Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seeking Justice Through Qanun Jinayat: The Narratives of Female Victims of Sexual Violence in Aceh, Indonesia Yogi Febriandi; Muhammad Ansor; Nursiti Nursiti
QIJIS Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/qijis.v9i1.8029

Abstract

This article examines the experience of Acehnese female victims of sexual violence seeking justice through Qanun Jinayat (Islamic criminal bylaw) in Aceh, Indonesia. The empirical data in this study were collected through in-depth interviews with the victims and families related to the cases of sexual violence. By employing the narrative agency, this article argues that telling the experience of seeking justice is a way female victims of sexual violence express their resistance to the implementation of Qanun Jinayat in Aceh. Regarding this, we will show that Aceh’s Qanun Jinayat, which was originally implemented to eradicate sexual violence, turns out to have limitations in realizing the desired goals. This finding ultimately confirms that the concept of legal pluralism adopted in Aceh, Indonesia, has liminality in facilitating justice for women and other marginalized communities.
RELASI GENDER DALAM RITUAL KENDURI BLANG PADA MASYARAKAT PETANI DI GAMPONG SUKAREJO LANGSA Muhammad Ansor; Nurbaiti .
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas relasi gender dalam ritual kenduri blang denganstudi kasus pada masyarakat petani muslim di Gampong SukorejoLangsa, Aceh. Data etnografis yang digunakan untuk penulisan inidikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur yangdilakukan pada Maret – Juni 2014. Observasi dilakukan terhadapprosesi pelaksanaan kenduri balang di Sukorejo, dan wawancaradilakukan terhadap enam orang laki-laki dan perempuan yang terlibatdalam prosesi tersebut. Tulisan berargumen bahwa tradisi kenduri blang(kenduri sawah) yang dilakukan masyarakat petani muslim diSukorejo tidak selalu menggambarkan subordinasi perempuan dalamtradisi ritual keagamaan. Tulisan ini akan menantang pandangan yangmengatakan perempuan dalam ritual keagamaan Islam berada padaposisi yang subordinat, dengan menunjukkan bahwa dalam masyarakatmuslim di Sukorejo, pembagian peran antara laki-laki dan perempuandalam prosesi ritual kenduri blang sama setara signifikansinya terhadapkesuskesan kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa laki-laki danperempuan dalam masyarakat petani muslim di Sukorejo tidak padaposisi saling mensubordinasi antara satu sama lain.