Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Religious Learning in Religious Tolerance in Preschool Anwar Zain; Muhammad Zulkarnaen; Muhammad yusuf
Tajdid Al-Athfal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/taj.v3i1.852

Abstract

School TK. Widya Dharma have student various religions, namely Islam, Christianity, Catholicism and Buddha . School this in development emphasized religious aspects in 2 ( two ) dimensions religious , that is first child age early very important introduced about religion for children internalized deep religious values worship. Second , child implanted nature tolerance religion ever since early so that the child already used to with attitude tolerance fellow her friend although different religion. Therefore, researchers conducted research namely: How is the implementation of religious learning? . The research uses a qualitative method of field research approach (field research) with interview techniques, observation and documentation. The subjects in this study were Islamic religious teachers. While the object of this research is the implementation of religious learning The results of the research are that the implementation of religious learning in this school is given exclusively according to the religion of each child once a week, including; faith, prayer/way of worship, prayers, reading and understanding religious scriptures, religious songs or hymns, introducing fasting and introducing the days of worship or religious anniversaries of each. The way to implement the planting of religious tolerance is through several activities including introducing the nature of religious tolerance and enabling children to experience the benefits of religious tolerance.
Eco-Enzyme: Sebuah Solusi dalam Mengatasi Sampah Organik Rumah Tangga di Banjarmasin Islan Nor; M. Awaluddin Padjrin; Najwi Hasani; Muhammad Yusuf; Daipadli Daipadli; Aura Nasyafa; Novita Indira Sari; Nicky Saputra; Muhammad Dhaifullah; Khusnul Khotimah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1643

Abstract

Jumlah penduduk yang besar sebanding dengan akumulasi produksi sampah. Tahun 2024 jumlah sampah diprediksi sebesar 5.256.225 kg dengan sampah organik sebesar 4.958.447 kg. Jumlah ini akan terus meningkat dan menjadi masalah, baik masalah kesehatan maupun masalah lingkungan. Sekarang pengelolaan sampah masih mengandalkan pendekatan akhir (end-of-pipe) yang banyak kekurangannya, salah satunya adalah penumpukan sampah sehingga menjadi risiko pencemaran air, tanah dan meningkatkan gas metan yang membuat pemanasan global. Eco-enzyme menjadi salah satu cara untuk mengelola sampah organik tersebut. Disamping mengurangi sampah organik, eco-enzyme juga dapat digunakan dalam kebutuhan rumah tangga seperti mencuci piring dan perlengkapan dapur, menyegarkan udara, menyiram tanaman, sebagai desinfektan, mengepel lantai, hingga mencuci pakaian. Berbeda dengan program eco-enzyme lainnya, kegiatan ini menargetkan ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin Banjarmasin yang belum pernah menerima pelatihan pengelolaan sampah organik, serta mengintegrasikan ajaran agama tentang kebersihan, menambah dimensi budaya dan etika dalam pendekatan pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan informasi dan edukasi mengenai eco-enzyme kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin Banjarmasin. Kegiatan ini dilakukan berupa pemberian edukasi, praktik serta dilakukan pretest dan posttest yang dilakukan di Masjid Al-Mujahidin Banjarmasin. Dari hasil pretest dan posttest diketahui adanya perubahan pengetahuan dan sikap dari sebelum dan sesudah diberikan informasi, sehingga menjadi parameter keberhasilan kegiatan ini. Masih banyak pembinaan yang harus dilakukan salah satunya dengan memberikan informasi cara pembuatan produk-produk berbasis eco-enzyme. Dengan adanya kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapat pengetahuan tentang proses pembuatan eco-enzyme, tetapi juga memahami manfaat dan nilai ekonomisnya. Harapannya, peserta dapat mengimplementasikan dan menyebarkan informasi ini kepada masyarakat sekitar sehingga membawa perubahan.