Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AGAMA AGEMING AJI: KEKAYAAN SPIRITUALITAS KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TANTANGAN PENERIMAANNYA Akhol Firdaus
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : LP2M IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2020.20.1.146-160

Abstract

Abstract This article presents the spiritual wealth developing in the archipelago. Using a historical approach, the spiritual wealth of the archipelago, particularly in Java, is highlighted as part of the mystical culture of sentesis that has developed over thousands of years. That is what gave birth to the variety of spiritual expressions that have developed to this day in what is known as the local religion or the Believers in Java and the Archipelago. This article also presents a distortion of understanding of this spiritual wealth due to the colonialism project which was normally continued by the post-independence government. The article was submitted in a clustered discussion organized by the Directorate of Beliefs and Indigenous Peoples with the title "Spiritual Wealth of Belief in God and the Challenge of Acceptance". Keywords: Spiritual Wealth; Indigenous/Local Religion; Mystical Synthesis; Colonialism; Marginalization of Local Religions.
MENJAHIT KAIN PERCA: GUSDURIAN DAN KONSOLIDASI GERAKAN PLURALISME DI INDONESIA Akhol Firdaus
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.1.119-131

Abstract

The Gusdurian Movement is the embodiment of the normative ideals of Nusantara Islam which promotes tolerance and peace, justice and humanity. This idea became a manifestation of all ideas and actions of Gus Dur - Abdurrahman Wahid. It was his ideological fellows who later created this movement. In this presentation, the article aims to look again at the history and progress of Gusdurians in the contestation of religious life in Indonesia. I think this effort is important to be reviewed considering that there are many religious movements that against the real Islamic values such as tolerance,  peace, justice and humanity. The result shows that in the context of religious life, through interviews with various key figures in the Gusdurian Network and adequate content analysis, we come to understand that what Jaringan Gusdurians do is like sewing patchwork. They gathered key figures to make Indonesia a paradise for religious life that is friendly to all, rohmatan lil 'alamin. Key word: Gusdurian, Islam Nusantara, tolerance, peace, justice, humanity Gerakan Gusdurian adalah perwujudan cita-cita normatif Islam Nusantara yang mengedapankan toleransi dan perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. Ide ini menjadi manifestasi dari seluruh pergulatan pemikiran dan sepak terjang Gus Dur—Abdurrahman Wahid. Adalah para pewaris ideologinya yang kemudian membidani lahirnya gerakan ini. Dalam paparan ini, artikel berupaya untuk melihat kembali bagaimana sejarah dan kiprah Gusdurian dalam kontestasi kehidupan beragama di Indonesia. Upaya ini saya kira menjadi penting untuk diulas mengingat akhir-akhir ini mulai menguat gerakan keagamaan yang memunggungi cita-cita Islam seperti toleransi dan perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. Dan hasilnya dalam konteks kehidupan beragama yang seperti ini, melalui wawancara dengan berbagai tokoh kunci dalam Jaringan Gusdurian dan analisis konten yang memadai, kita jadi mengerti bahwa yang dilakukan oleh para inisiator Jarinan Gusdurian layaknya menjahit kain perca. Mereka mengumpulkan tokoh-tokoh kunci sebagai upaya untuk kembali menjadikan Indonesia sebagai surga bagi kehidupan beragama yang ramah bagi semua, rohmatan lil ‘alamin. Kata Kunci : Gusdurian, Islam Nusantara, toleransi, perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan
MENJAHIT KAIN PERCA: GUSDURIAN DAN KONSOLIDASI GERAKAN PLURALISME DI INDONESIA Akhol Firdaus
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2018.6.1.119-131

Abstract

The Gusdurian Movement is the embodiment of the normative ideals of Nusantara Islam which promotes tolerance and peace, justice and humanity. This idea became a manifestation of all ideas and actions of Gus Dur - Abdurrahman Wahid. It was his ideological fellows who later created this movement. In this presentation, the article aims to look again at the history and progress of Gusdurians in the contestation of religious life in Indonesia. I think this effort is important to be reviewed considering that there are many religious movements that against the real Islamic values such as tolerance,  peace, justice and humanity. The result shows that in the context of religious life, through interviews with various key figures in the Gusdurian Network and adequate content analysis, we come to understand that what Jaringan Gusdurians do is like sewing patchwork. They gathered key figures to make Indonesia a paradise for religious life that is friendly to all, rohmatan lil 'alamin. Key word: Gusdurian, Islam Nusantara, tolerance, peace, justice, humanity Gerakan Gusdurian adalah perwujudan cita-cita normatif Islam Nusantara yang mengedapankan toleransi dan perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. Ide ini menjadi manifestasi dari seluruh pergulatan pemikiran dan sepak terjang Gus Dur—Abdurrahman Wahid. Adalah para pewaris ideologinya yang kemudian membidani lahirnya gerakan ini. Dalam paparan ini, artikel berupaya untuk melihat kembali bagaimana sejarah dan kiprah Gusdurian dalam kontestasi kehidupan beragama di Indonesia. Upaya ini saya kira menjadi penting untuk diulas mengingat akhir-akhir ini mulai menguat gerakan keagamaan yang memunggungi cita-cita Islam seperti toleransi dan perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. Dan hasilnya dalam konteks kehidupan beragama yang seperti ini, melalui wawancara dengan berbagai tokoh kunci dalam Jaringan Gusdurian dan analisis konten yang memadai, kita jadi mengerti bahwa yang dilakukan oleh para inisiator Jarinan Gusdurian layaknya menjahit kain perca. Mereka mengumpulkan tokoh-tokoh kunci sebagai upaya untuk kembali menjadikan Indonesia sebagai surga bagi kehidupan beragama yang ramah bagi semua, rohmatan lil ‘alamin. Kata Kunci : Gusdurian, Islam Nusantara, toleransi, perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan