Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETANGGUHAN RETAK, KEKERASAN DAN KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKROLIT PADAT SOFC DENGAN PENAMBAHAN CuO Ila Lailatun Sholihah; Dani Gustaman Syarif; Andhy Setiawan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.548 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2015.16.2.2360

Abstract

ABSTRAK KETANGGUHAN RETAK, KEKERASAN DAN KONDUKTIVITAS IONIK CSZ SEBAGAI ELEKROLIT PADAT SOFC DENGAN PENAMBAHAN CuO. Penelitian mengenai pengaruh penambahan CuO terhadap konduktivitas ionik, kekerasan dan ketangguhan retak CSZ sebagai elektrolit padat SOFC telah dilakukan. CSZ didoping dengan CuO dengan konsentrasi 0, 1, dan 2 % berat. Pelet CSZ yang didoping CuO dikompaksi dengan tekanan 4 ton/cm2 dan disinter pada suhu 1475 0C selama 3 jam. Konduktivitas ionik diukur dengan menggunakan alat LCR meter. Konduktivitas ionik CSZ dengan doping 0, 1, dan 2 % berat CuO adalah 0,063 mS/cm; 0,110 mS/cm; dan 0,082 mS/cm. Kekerasan dan ketangguhan retak diukur dengan metode vickers menggunakan alat uji keras Zwick. Hasil kekerasan vickers berturut-turut 9,9 GPa; 12,1 GPa; dan 10,5 GPa, dan ketangguhan retak berturut-turut 1,61 MPa/m0,5; 1,85 MPa/m0,5; dan 1,54 MPa/m0,5. Analisis struktur kristal dilakukan dengan menggunakan XRD. Hasil analisis menunjukkan bahwa keramik yang dibuat berfase kubik FCC. Analisis struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik menunjukkan bertambahnya ukuran butir dengan peningkatan 1% berat CuO. Secara keseluruhan penambahan CuO dengan konsentrasi 1% berat dapat memperbaiki sifat listrik dan sifat mekanik CSZ sebagai elektrolit padat. ABSTRACT FRACTURE TOUGHNESS, HARDNESS AND IONIC CONDUCTIVITY OF CSZ AS SOLID ELECTROLYTE WITH ADDITION OF CuO. A research on effect of CuO addition on ionic conductivity, hardness and fracture toughness of CSZ as solid electrolyte had been conducted. CSZ was doped with 0, 1, and 2 wt % CuO. Pellets of CuO doped CSZ had been prepared by pressing with pressure of 4 ton/cm2 and sintered at 1475oC for 3 hours. Ionic conductivity was measured by means of LCR meter. Ionic conductivity values of CSZ with doped 0, 1, and 2 % CuO were 0.063 mS/cm, 0.110 mS/cm, and 0.082 mS/cm. Hardness and fracture toughness were measured by vickers method using a hardness tester Zwick. The measured vickerss hardness were 9.9 GPa, 12.1 GPa and 10.5 GPa, and fracture toughness were 1.61 MPa/m0,5, 1.85 MPa/m0,5, and 1.54 MPa/m0,5. Crystal structure analysis was done by using XRD. The analysis result showed that the prepared ceramics have cubic phase of FCC. Microstructure analysis by using an optical microscope showed that grain size increased with the increased of 1 wt % CuO. The addition of CuO at conscentration of 1 wt % can improve the electrical and mechanical properties of CSZ as solid electrolyte.
Pengaruh Suhu Pembakaran terhadap Karakteristik Listrik Keramik Film Tebal Berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk Termistor NTC Puspita Sari; Dani Gustaman Syarif; Wiendartun Wiendartun
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4536

Abstract

Pembuatan keramik film tebal berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk termistor NTC dari campuran Fe2O3 50% mol, MnO 25% mol, dan ZnO 25% mol telah dilakukan. Campuran serbuk Fe2O3, MnO dan ZnO yang telah digerus dicampurkan dengan organic vehicle (OV) untuk membentuk pasta. Kemudian pasta dilapiskan di atas substrat alumina menggunakan teknik screen printing  untuk membentuk film tebal. Film tebal mentah yang diperoleh, dibakar pada suhu yang berbeda yaitu 1000°C, 1100°C, dan 1200°C selama 2 jam. Sebelum dilakukan pengukuran resistansi, film tebal dilapisi perak terlebih dahulu sebagai kontak logam.  Resistansi termistor diukur pada suhu 40°C–200 oC dengan beda suhu sebesar 5 oC. Analisis struktur kristal dan struktur mikro film tebal masing – masing dilakukan dengan menggunakan X – Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil analisis karakteristik listrik termistor yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C menghasilkan konstanta termistor berturut – turut sebesar 7700 K, 6995 K, dan 5701 K. Ketiga suhu pembakaran menghasilkan nilai konstanta termistor yang memenuhi kebutuhan pasar. Analisis struktur kristal menggunakan XRD  menunjukkan bahwa keramik film tebal memiliki dua struktur yaitu struktur spinel kubik dan hematit heksagonal. Analisis struktur mikro menggunakan SEM  menunjukkan bertambahnya ukuran butir sesuai dengan meningkatnya suhu pembakaran dengan ukuran butir film tebal yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C berturut – turut adalah 1.3 μm, 2.0 μm, dan 2.4 μm.