Iswahyudi Iswahyudi
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ideologi Argumen-Argumen Keagamaan Tradisi Lingkaran Hidup dalam Kitab Kuning Iswahyudi Iswahyudi; Udin Safala
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 14 No. 1 (2019): September
Publisher : Postgraduate Studies of Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2018.13.1.1-24

Abstract

This article will show that the implementation of the Javanese Islamic tradition in the form of the ritual of the life cycle (life circle) is the implementation of the ideology of Shāfi‘ī developed by his followers (aṣḥāb). The ideology was then known as the ideology of aṣḥāb al-shāfi‘īyah. The ritual of life in the form of a birth ritual (metu), marriage (manten) and death (mati) has been mentioned in the classic Islamic book (kitab kuning). Allegations that Javanese Islam as syncretic Islam and the adoption of Hindu and Buddhist traditions are wrong. The ritual of the life circle as shown in this article is emerging from within Islam itself as an embodiment of the interpretation of Islamic doctrine. The researcher gets this conclusion after doing research of various classic Islamic books that explain the ritual of the life circle. To find out the conclusion, the researcher used the ideological criticism of Pierre F. Bourdieu. This article, therefore, rejects the views of outsiders such as Geertz, Beatty and Mulder, who explain that the ritual of Javanese Muslim is an impure doctrine of Islam.
Hermeneutika Praksis Liberatif Farid Esack Iswahyudi Iswahyudi
Religió: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 2 No. 2 (2012): September
Publisher : Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.488 KB)

Abstract

The history of prophecy in general and the existence of Prophet Mohammad in particular are the evidence of the important role of Islam as religion of liberation. It means that Islam intends to pose human position into precise site, the caliphate. Muhammad Iqbal states this position as co-cretio of God. Furthermore, revelation of the Quran, according to Farid Esack, is progressive revelation. Quran is a scripture of liberation. Even though, this spirit is often arrested in the interpretations of Quran. These interpretations are often constructed only for the interest of power or the pursuit of elite. Therefore, spirit of Quranic liberation misses its strength and vitality. At this point, Farid Esack gives his attention and his intellectual concern. The weakness of Quranic interpretation inspires Farid Esack to formulate methodology of Quranic interpretation. Esack named this methodology as “liberative hermeneutics”. Esack focuses to humanize human, based on (criticizing) power system and structure of South Africa. Farid Esack gives a strong foothold to his hermeneutic theory on theological system. The choice built by him is very precise. Esack’s excess compared to other intellectual such as Arkoun and Fazlur Rahman is that Esack involves in the act of liberation and the intensity of the dialectic in the field with people of other faiths and ethnic groups and races
EFEKTIVITAS DAKWAH GUS BAHA’ TERHADAP PEMAHAMAN FIQIH IBADAH SHALAT MAHASISWA Qoirul Yahya; Iswahyudi Iswahyudi
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 2 No 1 (2022): Proceeding of The 2nd Conference on Strengthening Islamic Studies in the Digital
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.751 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi komunikasi, media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu media sosial yang banyak menjadi tempat untuk penyiaran dakwah adalah YouTube, misalnya Channel NU Online yang berisi tentang keagamaan ini memuat sholawat, kajian para tokoh dan ulama. Salah satunya yakni KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau sering disebut dengan Gus Baha’, yang terkenal sebagai ulama dengan model dakwah yang santai dan gaya humor yang khas. Setiap cerita dan pernyataan beliau selalu menonjolkan ilmu yang menyisipkan humor. Berdasarkan latar belakang di atas penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui efektivitas dakwah Gus Baha’ dalam Chanel NU Online terhadap pemahaman Fiqih Ibadah mahasiswa KPI IAIN Ponorogo. (2) Melihat pengaruh dakwah Gus Baha’ DI Chanel NU Online terhadap pemahaman mahasiswa KPI IAIN Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisis data yang digunakan adalah uji t-test. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi aktif Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yang berjumlah 130 orang dan sampel yang digunakan adalah 60 responden yang aktif menggunakan YouTube. Hasil dari analisis data yang ditemukan menunjukkan bahwa: (1) Dakwah Gus Baha’ dalam media YouTube yang dilakukan pada mahasiswa KPI IAIN Ponorogo sudah baik karena nilai signifikansi 2 arah (t-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. (2) Terdapat pengaruh antara rata-rata pemahaman mahasiswa KPI IAIN Ponorogo, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji-t bahwa Mean difference menunjukkan pengaruh dakwah Gus Baha’ terhadap mahasiswa KPI IAIN Ponorogo. Dari hasil analisis mean difference adalah 86,940 dengan demikian menunjukkan pengaruh dakwah Gus Baha terhadap mahasiswa KPI IAIN Ponorogo dengan rata-rata pemahaman mahasiswa yaitu 85,14 sampai 89,74.
UPAYA MENINGKATKAN KETENANGAN JIWA SANTRI MELALUI MUJAHADAH DZIKRUL GHOFILIN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK Emi Sururiyah Mahmudah; Iswahyudi Iswahyudi
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.7 KB) | DOI: 10.21154/jusma.v1i2.701

Abstract

Ketenangan jiwa adalah sumber bagi kebahagiaan. Seseorang individu tidak akan mengalami perasaan yang bahagia ketika jiwanya tidak tenang atau gelisah. Hakikat perjalanan hidup yang kita jalani, semakin kita melangkah banyak masalah yang datang dan pergi. Ketika seseorang memiliki ketenangan jiwa yang baik dia akan selalu merasa bahagia karena ketenangan jiwa merupakan sumber kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengambilan datanya melalui wawancara dan observasi. Tujuan dari penelitin ini yaitu Pertama, Untuk mengetahui tujuan diadakan kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Kedua, Untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Ketiga, Untuk mengetahui aspek ketenangan jiwa yang dirasakan oleh santri setelah mengikuti kegiatan mujahadah Dzikrul Ghafilin. Hasil dari penelitian ini yaitu : Pertama, Tujuan dari diadakannya rutinnan mujahadah Dzikrul Ghafilin oleh pengurus antara lain, memberikan pengertian kepada para santri bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan berada dalam kekuasaan Allah dan untuk mengendalikan hawa nafsu. Jadi sebagai santri harus memiliki sifat demikian, dan di Pondok Pesantren Darul Huda santri secara tidak langsung di ajaridemikian melalui mujahadah dzikrul ghofilin. Kedua, Praktik pelaksanaan mujahadah Dzikrul Ghofilin terdapat tiga tahap, pertama tahap pemberangkatan, untuk tahap pemberangkatan ini meliputi persiapan armada, pengondisian santri dan juga persiapan tempat mujahadah. Yang kedua adalah tahap pelaksanakan, mujahadah biasanya dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon yang bertempat dimakam Kiai Ageng Besari Tegal Sari yang dipimpin langsung oleh Agus Abdul Adhim. Yang ketiga adalah perpulangan, ketika perpulangan santri diatur agar berjalan sesuai dengan rapi dan teratur ketika akan menuju temapt parkir kendaraan dan untuk tahap perpulangan dimulai dari santri putri dulu, baru putra. Sembari menunggu truk mengantar santri putri biasanya diadakan salat hajat. Ketiga, Aspek ketenangan jiwa yang dirasakan olehpara santri setelah mengikuti kegiatan mujahadah Dzikrul Ghofilin ada 3, yang pertama sabar, siap ,menerima kenyataan apapun dari Allah. Kedua, optimis setiap santri harus memiliki sikap yakin terhadap segala usaha yang akan dia lakukan, karena semua sudah di atur sedemikian rupa oleh Allah. Ketiga merasa dekat dengan Allah