Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI K2SO4TERHADAP DRUG LOADING ASAM SALISILAT PADA PECTIN EDIBLE FILM Lilis Kistriyani; Rachman Dwi Nugroho; Morgan Primawan
Teknoin Vol. 22 No. 6 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss6.art4

Abstract

Waste from orange peel contains pectin that can be utilized as raw material to produce drug delivery system membrane for various types of drugs. Drug loading and release behavior of the membrane can be controlled by adding crosslinker (K2SO4). This research aimed to study the effect of crosslinker composition to the salicylic acid loading as an example of antibiotics. Pectin was dissolved in water, mixed with plasticizers and the variation of K2SO4 solution were 0, 0.1, and 0.2 g / mL at temperature 66°C. The mixture was dried in an oven at temperature 50°C for about 15 hours. The analysis have been done were drug loading, gel sweeling and FTIR. The results show that the more concentration of crosslinker added, the loading of salicylic acid were influenced in range 0.031 – 0.045 g/mL. The parameters estimated by adding K2SO4 crosslinker were gel swelling in range 0,11-0,29 g, whereas FTIR analysis has not significant changein each concentration.
Profil Release Enkapsulasi Antosianin, Flavonoid dan Fenolik pada Kulit Semangka Menggunakan Metode Spray Drying Lilis Kistriyani; Farah Fauziyyah; Sri Rezeki
Eksergi Vol 17, No 2 (2020): Volume 17 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v17i2.3098

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi. Makanan adalah bahan habis pakai yang paling dibutuhkan saat bencana alam terjadi. Untuk menjaga makanan bergizi yang akan didistribusikan ke korban bencana alam tetap layak untuk dimakan, diperlukan suatu adanya alternatif berupa pengawet alami makanan. Dalam penelitian ini, dipilih kulit semangka sebagai bahan untuk membuat pengawet alami karena mengandung flavonoid dan antosianin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya kandungan total antosianin, flavonoid dan fenolik pada kulit semangka merah serta mengetahui pengaruh komposisi kitosan terhadap kemampuan pelepasan antosianin, flavonoid dan fenolik pada makanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi dan enkapsulasi. Pada proses enkapsulasi digunakan teknik spray drying. Analisa yang dilakukan antara lain pengujian analisis kandungan Total Antosianin (TA), Total Flavonoid (TF) dan Total Fenolik (TPC) di dalam supernatant, serta analisa uji in vitro (uji kemampuan pelepasan flavonoid dan fenolik) pada makanan. Kandungan total antosianin pada kulit semangka merah sebesar 0,1113 mg/L. Kandungan total flavonoid pada kulit semangka merah sebesar 0,6159 g/mL. Kandungan total fenolik kulit semangka merah sebesar 0,3410 g/mL. Pada uji in vitro untuk senyawa flavonoid maupun fenolik, terjadi ketidakstabilan pelepasan kadar flavonoid dan fenolik terhadap waktu pada variasi kitosan 0,4 gram, 0,5 gram, dan 0,6 gram. Namun dari hasil rata-rata pelepasan kadar flavonoid dan fenolik, yang paling tinggi terjadi pada variasi kitosan 0,6 gram, dengan masing-masing nilai yaitu untuk flavonoid 0,1172 gram/mL dan untuk fenolik 0,0867 gram/mL. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar kitosan, maka pelepasan kadar flavonoid dan fenolik juga meningkat.