Ning Wikan Utami
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI GA3 DALAM MEMECAHKAN DORMANSI BIJI Picrasma javanica SETELAH PENYIMPANAN PADA BERBAGAI SUHU SIMPAN Ning Wikan Utami
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.506 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v11i2.1197

Abstract

Picrasma javanica is one of the medicinal plants that has an anti malaria potency,it is belonging into Simaroebaceae family. The aim of this research is to know the effect of GA3 on broken dormancy of P. Javanica seed after storaged in the various temperature to enhance and increased seed germination. The experiment was carried out in the Macropropagation Laboratory, Cibinong Science Center, Research Center for Biology,LIPI, using a Complete Randomized Design with two factors in three replication.The first factor is condition of storage i.e room (28 ± 10 C, RH 80%), incubator (200 C,RH 90%), incubator ( 50 C, RH 95%) dan deep freezer (- 200 C, RH ). The second factor is long of storage i.e. 1,2,3,4,5 and 5 months. GA3 100 ppm was used for broken seeddormancy. The result showed that there was no interaction between temperature and long of storage. GA3 solution can be broken on seed dormancy before and after storage in the various temperature excepted in deep freezer ( – 200 C, RH 65%), there are no seed germinate since 1 month storage. P. javanica seed that storage in incubator 50 C is the best method and after 5 months the germination percentage is still high (73,3%) with GA3 but only 18,33% without GA3. On the other treatments the germination percentage is less than 50%. The highest germination value (14,1) that was recorded in the seeds that storage in incubator (200 C, RH. 95%).Key words: GA3, dormancy, temperature, long of storage, seed , P. javanica
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI 4 VARIAN GANYONG (Canna edulis) TERHADAP INTENSITAS NAUNGAN DAN UMUR PANEN YANG BERBEDA Ning Wikan Utami; Diyono Diyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.249 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1242

Abstract

Ganyong merupakan tanaman yang sederhana dan potensial sebagai sumber karbohidrat, sehingga sangat layak untuk dikembangkan. Kandungan kabohidratganyong dibandingkan kandungankabohidrat lebih tinggi dari umbi kentang. Ganyong memiliki variasi morfologi yang luas dalam bentuk tanaman tinggi, warna daun, panjangdan lebar, warna dan bentuk ubi variasi kandungan kimia dalam umbi ganyong, sehingga diperlukan seleksi berdasarkan fenotipe untuk memperoleh varian dari ganyong dengan produktivitas tinggi. Ganyong adalah tanaman yang biasanya tumbuh pada daerahnaungan seperti di bawah pohon namun di sisi lain kemampuan pertumbuhannya belum diteliti . Penelitian respons pertumbuhan ganyong 4 varian dalam kondisi iklimmikro yang berbeda telah dilakukan di Laboratorium Macropropagation, Botani Divisi, CSC. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari3 faktor di mana faktor 1 adalah shading intensitas: 0% (tanpa naungan), 50% dan intensitas varian ganyong 70%), faktor 2 adalah ganyong varian (merah, pink, hijaudan putih) sedangkan faktor ke-3 adalah waktu panen (9 dan 11 bulan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap faktor yang merupakan bayangan intensitas, varian danwaktu panen berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi ganyong. Intensitas naungan terbaik adalah 50% yang secara signifikan berbeda dari 0% dan 70% intensitas naungan dalam hal jumlah tunas, berat segar dan berat kering daun dan berat batang, panjang umbi, bobot segar dan kering umbi. Putih varian dari ganyong prodused terpanjang ukuran umbi, bobot segar tertinggi daun dan batang, highst berat segar dan kering umbi dibandingkan dengan varian lain, bahkan dengan 11 bulan waktu panen mengakibatkan umbi tertinggi, berat kering tertinggi umbi, dibandingkan dengan 9 mounths panen. Kombinasi terbaik dari pengobatan adalah putih ganyong varian, 50% perlakuan yang diberikan adalah pada varian ganyong putih dengan intensitas.naungan 50% dan waktu perlu 9 bulan mengakibatkan produksi siknifikan seperti diameter umbi terbesar (4,8 cm), berat segar dan kering umbi highst dari 8454 g dan 1134 g / tanaman masing-masing. Kandungan kimia umbi dipengaruhi oleh varian dari ganyong dan waktu panen. Kandungan karbohidrat paling tinggi ditemukan pada9 waktu panen mounth, sedangkan kandungan serat, lemak dan protein paling tinggi ditemukan pada waktu panen 11 bulan.