Kunti Puspitasari
Departemen Ilmu Komunikasi, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kapabilitas dan Kepemimpinan Anies Baswedan dalam Penanganan Banjir Jakarta di Detik.com dan Kompas.com Kunti Puspitasari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i2.3505

Abstract

Banjir merupakan persoalan utama di Jakarta, terbukti pada awal tahun 2020 sampai akhir Februari 2020 telah terjadi enam kali banjir. Kinerja Gubernur DKI Jakarta sering disorot media, khususnya media online terkait penanganan banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembingkaian kapabilitas dan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir di Jakarta 2020. Metode penelitian berupa analisis wacana sintagmatis dengan analisis framing Pan & Kosicki pada pemberitaan banjir di Detik.com dan Kompas.com. Hasil penelitian ini Detik.com membingkai Anies Baswedan secara positif. Anies dibingkai memiliki kapabilitas dan kepemimpinan yang baik dalam menangani banjir di Jakarta. Anies cepat tanggap dan mau turun lapangan dalam menangani banjir. Anies juga memiliki visibilitas di mata publik melalui unggahan aktivitasnya di media sosial dalam menangani banjir. Kompas.com membingkai Anies Baswedan sebagai sosok pemimpin yang tidak memiliki kapabilitas karena tidak mampu menjalankan program penanganan banjir dengan baik. Kepemimpinan Anies dibingkai secara negatif karena sejumlah kebijakan penanganan banjir yang dikeluarkannya tidak tepat serta seakan tidak mau mendengarkan keluhan warga terdampak banjir. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa usulan kebijakan keberimbangan bagi media online dalam membingkai kapabilitas dan kepemimpinan tokoh publik, baik dari pemilihan sumber berita maupun proporsi pemberitaan. Bagi pembaca agar memperoleh gambaran utuh untuk menilai performa kepemimpinan tokoh publik.