Paradigma KB sudah bergeser dari pengendalian populasi dan penurunan fertilitas ke kesehatan reproduksi dengan memperhatikan hak reproduksi dan kesetaraan gender. Salah satu upaya atau upayanya adalah partisipasi laki-laki dalam KB baik itu dengan cara condor maupun vasektomi. Sosialisasi Metode MOP memang tidak mudah. Banyak kontradiksi datang dari suami dan istri. Aspek agama juga menjadi salah satu pertimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi komunikasi pemasaran metode vasektomi di Kota Pekalongan. Metode penelitian adalah pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi MOP hampir tidak pernah dilakukan sebelumnya. Target peserta juga tidak ada. Penerapan KIE dengan menerapkan komunikasi pemasaran untuk MOP mendapatkan respon yang lebih baik dari tim konselor dan masyarakat. GerebekPasar efektif untuk menciptakan opini publik. GerebegPasar merupakan penyuluhan yang diadakan di tempat-tempat umum seperti pasar. Tim marketing dilengkapi dengan brosur dan loudspeaker untuk mendapatkan respon dari pengunjung pasar. Masyarakat sangat antusias dan tidak sungkan untuk bertanya tentang MOP. Penyuluhan juga efektif untuk menciptakan opini publik karena dihadiri oleh ulama, dokter dan peserta MOP yang memberikan informasi yang memuaskan. Komunikasi tatap muka efektif untuk perubahan perilaku karena setiap calon peserta dapat bertanya secara efektif. Motivasi menggunakan persona menciptakan keterkaitan antara petugas dan calon peserta MOP. Usai kegiatan KIE ini, ada 6 pasangan yang mengikuti program ini.