Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CUT-OFF POROSITAS, VOLUME SHALE, DAN SATURASI AIR UNTUK PERHITUNGAN NETPAY SUMUR O LAPANGAN C CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Bambang Triwibowo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Harga cut-off porositas (Φ), volume shale (Vsh), dan saturasi air (Sw) dari suatu sumur atau lapangan minyak/gas bumi perlu ditentukan untuk mengetahui besarnya netpay (h). Besaran h ini nantinya digunakan sebagai salah satu faktor penting untuk perhitungan cadangan hidrokarbon. Analisis cut-off dilakukan pada sumur O lapangan C berdasarkan data log, laporan inti batuan, dan data test sumuran dengan metode kualitatif, kuantitatif, pemodelan petrofisik, dan gambar silang. Hasilnya untuk reservoir minyak cut-off Φ, Vsh, dan Sw berturut-turut 10%, 0,27 v/v, dan 0.65 v/v. Sedangkan cut-off Φ, Vsh, dan Sw untuk reservoir gas 9%, 0,32 v/v, dan 0,71 v/v.Kata Kunci: cut-off, porositas, volume shale, saturasi air, cadangan.
FASIES FORMASI LEMAT DAERAH BELALANGAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BATANG ASAM, KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT, PROVINSI JAMBI Bambang Triwibowo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v6i2.5278

Abstract

Sari – Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat (UTM – WGS84 zona 48S) 269400-272500mT dan 9868800-9872000 mU. Sedangkan secara administratif daerah penelitian masuk ke dalam wilayahKecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.Satuan bentuk lahan daerah penelitian, antara lain Satuan Bentuk Lahan Perbukitan Bergelombang BerlerengSedang (S1), Satuan Bentuk Lahan Perbukitan Sesar Bergelombang (S2), Satuan Bentuk Lahan PerbukitanHomoklin Berlereng Miring (S3) dan Satuan Bentuk Lahan Tubuh Sungai (F1).Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi lima satuan batuan dari tua ke muda, antara lain SatuanMetapsamit Mentulu berumur Perm, Satuan Konglomerat Lemat berumur Oligosen Atas, SatuanBatupasirkerikilan – vulkanik Lemat berumur Oligosen Atas, Satuan Batulempung – vulkanik Benakat berumurOligosen Atas – Miosen Bawah dan Satuan Batupasir – vulkanik Benakat berumur Oligosen Atas – MiosenBawah.Struktur geologi yang berkembang berupa kekar, sesar dengan arah relatif Timurlaut – Baratdaya danTenggara – Baratlaut.Hasil analisis fasies yang dilakukan pada tiap satuan batuan, antara lain Satuan Konglomerat Lemat dijumpai elemen arsitektural berupa SG (Sediment gravity flow deposits) dan SB (Sand bedforms). SatuanBatupasirkerikilan-vulkanik Lemat dijumpai elemen arsitektural berupa CH (Channel), SG (Sediment gravityflow deposits), SB (Sand bedforms), FF (Floodplain fines) dan GB (Gravel bedforms). Satuan BatulempungvulkanikBenakat dijumpai elemen arsitektural berupa FF (Floodplain fines). Satuan Batupasir-vulkanikBenakat dijumpai elemen arsitektural berupa FF (Floodplain fines), SB (Sand bedforms), GB (Gravel bedforms)dan CS (Crevasse splay). Kata-kata Kunci : fasies, elemen arsitektural, Formasi Lemat.