Andi Sri Wahyuni
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PREDATORY PRICING: PERSAINGAN HARGA MINIMARKET
 DAN GADDE-GADDE DALAM METAFORA CERPEN Andi Sri Wahyuni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.003 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6019

Abstract

Abstrak: Predatory Pricing: Persaingan Harga Minimarket dan Gadde-Gadde dalam Metafora Cerpen. Artikel ini bertujuan mengungkap pola penetapan harga produk agresif (predatory pricing) yang digunakan minimarket. Metafora cerita pendek (cerpen) milik Eka Kurniawan, ”Kisah Seorang Kawan” sebagai metode. Sosok “ayah” dalam cerpen ini mengalami kejadian yang mirip, namun berbeda, dengan kondisi yang terjadi pada pelaku usaha gadde-gadde. Kejadian yang bermula dari kedatangan “saudagar kaya” yang mewakili kedatangan minimarket di berbagai titik perumahan yang ada di Makassar. Lewat cerpen tersebut, tampak bagaimana strategi predatory pricing mampu menarik pelanggan berpindah dari gadde-gadde ke minimarket, dan pada akhirnya mematikan usaha-usaha kecil yang menjadi denyut nadi sektor ekonomi. Abstract: Predatory Pricing: The Competition between Minimarket Price And Gadde-Gadde in Short-Story Metaphor. This article is aimed to explore the determination of agressive cost of product (predatory pricing) used by minimarket. Short story metaphor by Eka Kurniawan, “Kisah Seorang Kawan” as methodology. The “father” figure in this story has similiar condition with enterpreneur of gadde-gadde. The story begins with the attendant of “the rich merchant” who represent the arrival of minimarket in housing area at Makassar. Through the short story, strategy of predatory pricing could attract customer to move from gadde-gadde to minimarket. Finally, these changes could diminish small businesses which are become the primary economic sector.
PENYESUAIAN KONSEP BAGI HASIL ADAT-SYARIAH Andi Sri Wahyuni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.442 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2013.12.7210

Abstract

Abstract: Local-Syariah Profit Sharing Concept Adjustment. This research was conducted in Baranti village, Barant sub-district, Sidenreng Rappang regency. A descriptive narrative method was performed to analyze the primary and secondary data. The aim of this study was to assess the value of justice in the application of profit sharing system for agricultural products based on the local custom and to adjust this system using the Islamic custom in order to apply the value of justice for farmers. The analysis was conducted with five indicators, i.e transparency, proportionality in revenue sharing, consistency, equality in bargaining power, and compensation for dismissal. The concept of profit sharing adjustment is to complete the positive values of local custom with Islamic custom.Abstrak: Penyesuaian Konsep Bagi Hasil Adat-Syariah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif naratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerapan nilai keadilan dalam sistem bagi hasil pertanian berdasarkan adat dan menemukan konsep penyesuaian sistem bagi hasil adat dengan syariah dalam rangka menerapkan nilai keadilan bagi petani penggarap. Analisis kasus menggunakan lima indikator yakni transparansi, nisbah bagi hasil yang proporsional, konsisten, bargaining power yang seimbang, dan ada ganti rugi jika petani diberhentikan. Konsep penyesuaian bagi hasil adat dengan syariah adalah dengan mengangkat nilai-nilai positif dari kearifan budaya lokal yang disempurnakan dengan konsep syariah.