Mitra Mitra
STIKes Dharma Landbouw Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANGSUNGAN PEMBERIAN EKSKLUSIF DI INDONESIA Mitra Mitra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.73

Abstract

Angka KematianBayi (AKB) di Indonesia masihtergolong tinggi dibandingkan negara-negara lain diASEAN. Penyebab utama kematian bayi adalah infeksi, terutama ISPA dan diare. Salah satu cara untuk mencegah infeksi adalah dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi yang berumur 0 sampai 6 bulan. Di Indonesia, persentase bayi yang mendapatkan ASI ekslusif masih rendah, yaitu 7,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari IDHS tahun 2002-2003 dengan desain penelitian potong lintang. Data di susun sedemikian rupa untuk menggambarkan data yang bersifat longitudinal. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 1 .708 responden. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang berumur 1 5-49 tahun yang memiliki anak berumur 0 sampai 6 bulan, dengan kriteria: masih hidup, merupakan anak terakhir pada saat survei dilakukan, bukan anak kembar, masih menyusu dan dilahirkan tanpa operasi caesar. Analisis bivariate dilakukan dengan analisis Kaplan-Meier dan uji logrank. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa probabilitas kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia adalah 8,46% dengan angka mediankelangsunganASI ekslusif 4 bulan.Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif adalah waktu inisiasi menyusui dalam satu jam pertama setelah kelahiran, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan wilayah tempat tinggal ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELANGSUNGAN PEMBERIAN EKSKLUSIF DI INDONESIA Mitra Mitra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.73

Abstract

Angka KematianBayi (AKB) di Indonesia masihtergolong tinggi dibandingkan negara-negara lain diASEAN. Penyebab utama kematian bayi adalah infeksi, terutama ISPA dan diare. Salah satu cara untuk mencegah infeksi adalah dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi yang berumur 0 sampai 6 bulan. Di Indonesia, persentase bayi yang mendapatkan ASI ekslusif masih rendah, yaitu 7,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari IDHS tahun 2002-2003 dengan desain penelitian potong lintang. Data di susun sedemikian rupa untuk menggambarkan data yang bersifat longitudinal. Jumlah sampel yang didapatkan adalah 1 .708 responden. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang berumur 1 5-49 tahun yang memiliki anak berumur 0 sampai 6 bulan, dengan kriteria: masih hidup, merupakan anak terakhir pada saat survei dilakukan, bukan anak kembar, masih menyusu dan dilahirkan tanpa operasi caesar. Analisis bivariate dilakukan dengan analisis Kaplan-Meier dan uji logrank. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa probabilitas kelangsungan pemberian ASI ekslusif di Indonesia adalah 8,46% dengan angka mediankelangsunganASI ekslusif 4 bulan.Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelangsungan pemberian ASI ekslusif adalah waktu inisiasi menyusui dalam satu jam pertama setelah kelahiran, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan wilayah tempat tinggal ibu.