Lukluk Alfi Hidayah
MTs Darul Falah, Pati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KTSP DI SMP NEGERI 39 SEMARANG Hidayah, Lukluk Alfi
Paramita: Historical Studies Journal Vol 20, No 2 (2010)
Publisher : Paramita: Historical Studies Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of KTSP is expected to ward off the perception of learning history that is felt very boring and less meaningful. Based on the results of research carried out in SMP Negeri 39 Semarang, it shows that the curriculum encourages teachers to improve their creativity by having the ability to plan learning according to curriculum. Teacher’s creativity can also be seen from how he/she overcomes learning problems in a one and a half hour of history class. On of the problem is student’s boredom making teacher cut the learning hour to 40 minutes. Second, problem related to the lack of media, such as pictures of history, atlas and proper KTSP books. So far, teacher use books relevant to KRSP, accompanied by some efforts which are very useful in understanding student learning history. The minimum limit that must be achieved is 65 and it has relatively been achieved.   Keywords: KTSP, learning barriers, history  Penerapan KTSP diharapkan untuk menangkal persepsi belajar sejarah yang dirasakan sangat membosankan dan kurang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 39 Semarang bahwa kurikulum mendorong guru untuk meningkatkan kreativitas mereka dengan memiliki kemampuan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, kreativitas guru juga dapat dilihat dari pelaksanaan dalam mengatasi hambatan belajar yang sekitar satu sejaah jam pelajaran siswa sangat memberatkan, pelajaran guru berusaha mengurangi jam hingga 40 menit, kedua kendala dalam hal media minim, dengan media mengubah gambar sejarah, Atlas, untuk buku KTSP yang sesuai, sejauh ini guru menggantinya dengan buku-buku yang relevan dengan KTSP. Upaya guru dapat dilihat keberhasilannya dengan aktivitas siswa dan semangat berpartisipasi dalam belajar sejarah. Dalam belajar sejarah batas-batas yang harus dicapai siswa penguasaan minimum adalah 65, dan relatif telah tercapai.   Kata kunci: KTSP, pembelajaran hambatan, sejarah  
UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KTSP DI SMP NEGERI 39 SEMARANG Hidayah, Lukluk Alfi
Paramita: Historical Studies Journal Vol 20, No 2 (2010)
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v20i2.1052

Abstract

Application of KTSP is expected to ward off the perception of learning history that is felt very boring and less meaningful. Based on the results of research carried out in SMP Negeri 39 Semarang, it shows that the curriculum encourages teachers to improve their creativity by having the ability to plan learning according to curriculum. Teacher’s creativity can also be seen from how he/she overcomes learning problems in a one and a half hour of history class. On of the problem is student’s boredom making teacher cut the learning hour to 40 minutes. Second, problem related to the lack of media, such as pictures of history, atlas and proper KTSP books. So far, teacher use books relevant to KRSP, accompanied by some efforts which are very useful in understanding student learning history. The minimum limit that must be achieved is 65 and it has relatively been achieved.   Keywords: KTSP, learning barriers, history  Penerapan KTSP diharapkan untuk menangkal persepsi belajar sejarah yang dirasakan sangat membosankan dan kurang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 39 Semarang bahwa kurikulum mendorong guru untuk meningkatkan kreativitas mereka dengan memiliki kemampuan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, kreativitas guru juga dapat dilihat dari pelaksanaan dalam mengatasi hambatan belajar yang sekitar satu sejaah jam pelajaran siswa sangat memberatkan, pelajaran guru berusaha mengurangi jam hingga 40 menit, kedua kendala dalam hal media minim, dengan media mengubah gambar sejarah, Atlas, untuk buku KTSP yang sesuai, sejauh ini guru menggantinya dengan buku-buku yang relevan dengan KTSP. Upaya guru dapat dilihat keberhasilannya dengan aktivitas siswa dan semangat berpartisipasi dalam belajar sejarah. Dalam belajar sejarah batas-batas yang harus dicapai siswa penguasaan minimum adalah 65, dan relatif telah tercapai.   Kata kunci: KTSP, pembelajaran hambatan, sejarah ÂÂ