Chatarina Niken
Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung, Bandar Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35145

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARAHAN DAN PENYERAHAN BANTUAN PEMBUATAN PERAHU TINGTING SERTA PENGHIBURAN ANAK-ANAK KORBAN TSUNAMI DI DESA BANYUASIH, PANDEGLANG PROVINSI BANTEN Chatarina Niken
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i2.145

Abstract

Pada tanggal 22 Desember 2018, terjadi tsunami akibat erupsi gunung Anak Krakatau di daerah pesisir Banten dan Lampung. Terdapat lima kabupaten yang mengalami kerusakan, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Sampai 31-12-2018, dinyatakan 437 jiwa meninggal dunia 14.059 orang mengalami luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 mengungsi. Bangunan rusak di antaranya 2.752 rumah dan 92 penginapan atau warung. Alat transportasi sebanyak 510 perahu dan kapal, 147 kendaraan, serta dua fasilitas dermaga dan shelter juga mengalami kerusakan. Pandeglang adalah wilayah terparah. Jarak antara Gunung Anak Krakatau dan Kabupaten Pandeglang sekitar 65km. Dengan jarak tersebut jumlah orang tewas Pandeglang terbanyak yaitu 296 meninggal. Kebanyakan adalah wisatawan pengunjung. Korban lain adalah 7.656 orang terluka, 8 orang hilang, dan 20.726 orang mengungsi. Desa Banyuasih, adalah sebuah Desa di Kabupaten Pandeglang, terletak di pesisir Laut Jawa. Trauma pada orang dewasa dapat dipulihkan dengan mengembalikan ke kegiatan sehari-hari sebelum musibah menimpa. Berdasarkan hal ini maka dipilih pemberian perahu ting-ting, agar mereka kembali melaut sehingga memperoleh rezeki sekaligus menghilangkan trauma sedikit demi sedikit. Penghilangan trauma pada nak-anak dilakukan dengan mengajak berdiskusi, menyanyi dan mendongeng. Dari wawancara diperoleh tanggapan bahwa mereka senang karena merasa diperhatikan. Kata kunci: Anak Krakatau, Pandeglang, Perahu ting-ting, Trauma, Tsunami