This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekayasa
Keli Hendro Basuki
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN SPATIAL ENCLOSURE PADA PENATAAN RUANG JALAN Studi Kasus : Penataan Koridor Perdagangan di Kawasan Teluk Betung Bandar Lampung Keli Hendro Basuki
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 19, No 1 (2015): Edisi April 2015
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penataan kawasan perkotaan, khususnya penataan koridor jalan, survei visual menjadi salah satu metode yang signifikan yang dapat memberikan persepsi dan data empiris kawasan yang berguna dalam pemecahan masalah perancangan. Salah satu metode dalam melakukan survei dan sekaligus analisis ruang perkotaan adalah dengan pengamatan terhadap aspek spatial enclosure ruang jalan. Spatial enclosure adalah tingkatan atau derajat ketertutupan ruang yang memberikan kesan dan persepsi psikologis terhadap pengamat. Persepsi psikologis ini berbeda- beda, tergantung pada proporsi dan skala ruang yang terbentuk berdasarkan perbandingan an- tara jarak elemen vertikal dan ketinggian elemen vertikalnya. Melalui survei visual terhadap proporsi dan skala ruang jalan, maka dapat diketahui tingkat ketertutupan ruang suatu jalan yang menjadi dasar dalam analisis dan perencanaan ruang jalan. Proporsi diketahui dengan mengukur ketinggian pelingkup vertikal (dinding/h) terhadap jarak datar (lantai/tanah/d) yang dibentuk oleh elemen keras (hardscape) maupun lunak (softscape). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spatial enclosure pada koridor jalan di kawasan perda- gangan Teluk Betung melalui analisis rancangan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan ruang jalan di area studi terdiri atas main enclosure dan secondary enclosure. Main enclosure memberikan efek psikologis dalam konteks skala kawasan dan kota, sementara secondary enclosure memberikan efek psikologis pada tingkat kawasan dan mikro. Penataan lebih rinci pada area secondary enclosure dapat menjadi kunci dalam melunakkan efek psikologis ru- ang yang ditimbulkan dan menciptakan ruang koridor yang berkarakter.