Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidy Armawi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN NASIONAL DAN GLOBALISASI ; SEBUAH AGENDA RISET Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.709 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11739

Abstract

Dalam beberapa tahun ini, kita sering mendengar istilah globalisasi. Pada umumnya globalisasi digunakan untuk menunjukan adanya perubahan-perubahan ekonomi dunia yang berlangsung amat drastis, terutama perubahan dalam teknologi transportasi dalam komunikasi, aliran finansial dan perdagangan yang semakin terinternasionalisasi serta transisi arena persaingan ekonomi dari pasar nasional ke pasar global. Konsep globalisasi dikaitkan dengan dua pengertian sekaligus, yaitu sebagai ancaman terhadap eksistensi masyarakat atau suatu negara bangsa dan sebagai peluang, karena globalisasi dianggap memberikan kesempatan bagi banyak negara untuk mencapai masyarakat dunia yang sederajad melalui peningkatan daya saing, efsiensi, standardisasi, demokratisasi, penghormatan terhadap HAM dan lain-lain.
Kebijakan Pertahanan Cina Dan Keamanan Regional Di Asia Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23254

Abstract

Dalam masalah militer dan kearnanan, Cina seringkali tampil sebagai negara yang "kontroversial", karena kemandiriannya yang relatif tinggi menghadapi kekuatan­kekuatan regional lainnya, seperti Amerika Serikat, Rusia atau Iepang. Beberapa ilustrasi peristiwa berikut ini bisa membantu melukiskan tingkahlaku politik luar negeri Cina tersebut. Awal bulan Agustus 1999, Beijing mengejutkan dunia dengan meluncurkan rudal jarak jauh dari darat ke darat yang kabarnya mampu mencapai daratan Amerika. Menurut sumber-sumber intelejen AS, rudal yang diberi nama si "Angin Timur" Dong Feng 31 (DF-31) tersebut mampu menempuh jarak hampir 7000 km dan memiliki kapabilitas untuk membawa hulu ledak nuklir. Dengan begitu kekuatan rudal Cina di kawasan ini hampir tidak bisa ditandingi oleh negara-negara tetangganya.