TK Ibrahim Alfian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nasionalisme Dan Regionalisme Di Wilayah Aceh TK Ibrahim Alfian
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19174

Abstract

Mijnheer de voorzitter! Wanneer men den inwendigen politieke toestand hier te lande bespreekt, dan kan het woord "Indonesie" niet onaangeroerd blijven. Sommige sprekers gebruiken het gaarne, andere daarentegen weer met tegen­zin. Ik echter behoor tot diegenen, die het woord "Indonesie" met genoegen gebruiken. Immers, de vorming van een Indonesische natie is in de naaste toe­komst geen idee fixe doch een mogelijkheid; de basis ervan bestaat reeds. In dit verband moge worden verwezen naar de taal, kunst en het gronden recht. Het is wel degelijk mogelijk en gewenst dien reeds bestaanden grondslag binnen de perken van den wet, voort te bouwen in de richting van een nationale eenheid, een der noodzalkelijke voorwaarden om te komen tot staattundige vrijheid.1Terjemahannya:Tuan ketua! Jikalau kita membicarakan keadaan politik di dalam negeri ini, maka kata "Indonesia" tidaklah dapat dibiarkan begitu saja. Beberapa pembi­cara memakainya dengan segala senang hati, sebaliknya yang lain lagi enggan memakai kata "Indonesia" itu. Akan tetapi saya sendiri termasuk diantara orang­orang yang dengan segala senang hati memakai kata "Indonesia". Memang sesungguhnya pula, terbentuknya suatu kesatuan Nasional Indonesia dalam waktu yang dekat ini, bukanlah suatu impian yang hampa tetapi suatu kemung­kinan. Dasar-dasar pembentukannya sudah ada. Dalam hubungan ini dapat ditunjukkan adanya bahasa, kesenian dan hukum tanah. Maka adalah mungkin sekali dan sangat diharapkan dasar-dasar yang telah ada itu dikembangkan dalam batas-batas hukum yang ada ke arah suatu kesatuan nasional, salah satu diantara syarat-syarat mutlak untuk mencapai kemerdekaan kenegaraan.