H Budisantoso
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tegaknya Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Keu Tuhan Negara Kesatuan Ri H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19187

Abstract

Kondisi obyektif bangsa dan negara RI sangat heterogen. Bangsa Indonesia terdiri lebih dari 200 suku bangsa dengan beragam bahasa, agama dan adat istiadatnya, tersebar tidak merata di pulau-pulau besar dan kecil. Wilayah RI sangat luas terdiri lebih dari 17.000 pulau besar kecil beserta laut teritorial dan yurisdiksi nasional. Kondisi tersebut, di samping merupakan kekayaan bangsa, juga mengandung kerazvanan yang dapat menjadi sumber disintegrasi bangsa dan negara. Oleh karena itu kita perlu memahami kearifan dari The Founding Fathers (Pendiri Negara) kita, bahzva mereka sangat menekankan pentingnya persatuan bangsa dan keutuhan (kesatuan) zvilayah nasional. Penekanan pen­tingnya persatuan dan kesatuan nasional tersebut, dirumus­kan dalam Pancasila, lambang negara, LIUD 1945, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang mengandung banyak nilai-nilai persatuan bangsa dan keutuhan wilayah. Nilai­nilai tersebut antara lain: Negara Indonesia ialah negara kesatuan, pemerintahan yang kuat, presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR, kedaulatan rakyat (demokrasi) yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan lain-lain.
Sriwijaya Kerajaan Maritim Terbesar Pertama Di Nusantara H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22105

Abstract

Jauh sebelum bangsa Eropa menjelajah dan menguasai lautan dunia abad ke-16 dan 17, di Nusantara telah berdiri Kerajaan (Negara) Maritim terbesar pertama pada abad ke-7 dan 8. Pada abad ke-16 dan 17, bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda berlomba-lomba menguasai lautan dan membuat koloni dalam rangka memajukan perdagangan untuk kemakmuran rakyatnya masing-masing.
Penanggulangan Teror Bom Di Indonesia H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22152

Abstract

Sejak tahun 1987 sampai tahun 2004 di Indonesia (di luar NAD Papua dan Maluku) telah terjadi teror born/ ledakan tidak kurang dari 30 kali. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan wilayah yang sangat luas terdiri dari ± 17.000 pulau besar kecil penduduk yang sangat besar junzlahnya yang sebagian besar masih rendah pendidikannya merupakan lahan subur bagi pelaku teror born. Kondisi ini diperparah oleih belum mantapnya kehidupan demokrasi dan masih adanya ekstrimitas agama serta jumlah pengang-guran/kemiskinan rakyat masih besar mengakibatkan ban yak peluang bagi teroris untuk menyelinap dan merekrut anggota kelompoknya.