Bambang Murgiyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Sistem Perta Hanan Negara Dalam Meng Hadapi Aksi Terorisme Bambang Murgiyanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.011 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22340

Abstract

Aksi teroris tanggal 11 September 2001 yang meruntuh­kan gedung WTC di New York Amerika Serikat (AS) dan menelan ribuan korban telah merubah pandang duni tentang terorisme. Setelah itu gerakan anti terorisme menjadi thema yang terus digaungkan banyak negara di dunia dengan dimotori oleh AS. Aksi terorisme juga telah memicu per­ubahan sistem pertahanan di beberapa negara. Di AS sendiri telah di bentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (De­partement of Internal Security), yang merubah doktrin : bahwa militer AS hanya dapat digunakan di luar daratan Amerika, menjadi doktrin bahwa ancaman terorisme harus dihadapi oleh segenap elemen kekuatan bangsa termasuk kekuatan militer.
Konstruksi Sistem Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Aksi Terorisme Bambang Murgiyanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5501.407 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22967

Abstract

Aksi teroris tanggal 11 September 2001 yang merun­tuhkan gedung WTC di New York Amerika Serikat (AS) dan menelan ribuan korban telah merubah pandang duni tentang terorisme. Setelah itu gerakan anti terorisme menjadi thema yang tents digaungkan banyak negara di dunia dengan dimotori oleh AS. Aksi terorisme juga telah memicu perubahan sistem pertahanan di beberapa negara. Di AS sendiri telah di bentuk Departemen Keamanan Dalani Negeri (Department of Internal Security), yang merubah doktrin : bahwa 'rafter AS hanya dapat digunakan di luar daratan Amerika, menjadi doktrin bahwa ancaman terorisme harus dihadapi oleh segenap elemen kekuatan bangsa terntasuk kekuatan militer.Lebih lanjut AS bahkan kemudian mengenzbangkan doktrin "Pre-emptive Strike" untuk menyerang negara yang dianggap sebagai sumber atau mensponsori terorisem.Walaupun doktrin tersebut ditentang oleh mayoritas anggota PBB kecuali Inggris, Spanyol, Australia, Polandia dan beberapa negara kecil lainnya, nanzun kenyataannya telah digunakan sebagai dalih untuk menyerang Afganistan dan Irak, dua negara yang merdeka dan berdaulat. Nam­paknya AS bersikukuh untuk terns menerapkan doktrin tersebut dimana perlu tanpa memperhatikan opini masya­rakat internasional