Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Intensitas Menggunakan Facebook dengan Kecenderungan Nomophobia pada Remaja Ria Wahyuni; harmaini harmaini
JURNAL PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v13i1.2717

Abstract

Pada masa sekarang ini, perkembangan sosial media terutama facebook sangat pesat. Hal ini memicu remaja untuk menggunakan facebook semakin meningkat yang akan menyebabkan kecenderungan menjadi nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah mengenai ada tidaknya hubungan antara intensitas penggunaan facebook terhadap kecenderungan menjadi nomophobia pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 02 Bengkalis dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah adalah purposive sampling sebanyak 171 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala yang diperoleh melalui aspek-aspek intensitas penggunaan facebook yang dikemukakan oleh Ellison dkk (2007), dan karakteristik nomophobia yang diuraikan oleh Bragazzi & Del Puente (2014). Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis parametrik yaitu product moment dengan bantuan program SPSS versi 17.0 for windows. Hasil analisis data menunjukan korelasi intensitas penggunaan facebook dengannomophobia dengan korelasi sebesar R=0,272 dengan taraf signifikansi 0,000 (p < 0,05), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara intensitas penggunaan facebook dengan kecenderungan menjadi nomophobia pada remaja. Hal ini berarti tinggi rendahnya intensitas penggunaan facebook berhubungan dengan kecenderungan menjadi nomophobia. Selanjutnya nilai sumbangsih variabel intensitas penggunaan facebook terhadap variabel kecenderungan menjadi nomophobia adalah 7,4%, sisanya  92,6% di pengaruhi oleh variabel lain. Kata  kunci:  Intensitas  Penggunaan  Facebook,  Menjadi  Nomophobia,  Remaja.
Faktor – Faktor Penghambat Penggunaan E- Commerce pada Usaha Mikro Kecil di Kota Makassar Rosnaini Daga; Bahtiar Maddatuang; Ria Wahyuni
YUME : Journal of Management Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v3i3.843

Abstract

Penelitian ini berjudul Faktor-faktor yang menghambat penggunaan e-commerce pada UMK (Usaha Mikro Kecil) di Kota Makassar. Adapun ttujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat penggunaan e-commerce di UMK (Usaha Mikro Kecil) di Kota Makassar dan faktor manakah yang paling dominan menghambat penggunaan e-commerce di UMK (Usaha Mikro Kecil) di Kota Makassar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah usaha kategori mikro dan kecil, yang telah beroperasi minimal 1 tahun di Kota Makassar sebanyak 53 perusahaanTeknik analisis yang digunakan adalah uji instrument data yakni uji validitas dan realibilitas kemudian analisis faktor yakni merumuskan masalah, menyusun matriks korelasi, menentukan jumlah faktor dan rotasi faktor, pengelompokan faktor, penamaan faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pertama adalah faktor perspektif perusahaan yang terdiri dari variabel risiko, karakteritik konsumen, kurangnya tenaga ahli dibidang IT dan kontribusi pemerintah. faktor kedua adalah faktor perspektif financial and regulations, yang terdiri dari variabel keuangan Perusahaan, besarnya biaya penggunaan teknologi dan banyaknya aturan. faktor ketiga adalah faktor perspektif eknis yang terdiri dari variabel keahlian IT, risiko konsumen durasi pengiriman barang ke konsumen, keamanan transaksi, akses internet dan kendala infrastruktur. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor dominan penghambat penggunaan e-commerce pada UMK di Kota Makassar adalah perspektif perusahaan. Kata Kunci: E-commerce, Usaha Mikro dan Kecil.
The effect of nutritional status of pregnant women on the incidence of stunting in early childhood Rika Riyandani; Sriwahyuni; Ria Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 13 No. 2 (2024): July - Desember
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v13i2.366

Abstract

Introduction: Stunting is a serious public health problem, especially in developing countries, and can long-term impact children's physical and cognitive development. The nutritional status of pregnant women plays an important role in the growth and development of the fetus, which can affect the risk of stunting in children after birth. This study aims to analyze the influence of the nutritional status of pregnant women on the incidence of stunting in early childhood. Research Methodology: This study uses a cohort study design involving pregnant women and their children under five years old. Data were collected through interviews, anthropometric measurements, and laboratory analysis to assess the mother's nutritional status, including macro and micronutrient intake. Result: The analysis showed a significant relationship between the nutritional status of pregnant women and the incidence of stunting in children. Pregnant women with good nutritional status have a lower risk of giving birth to stunted children compared to pregnant women who are malnourished. In addition, factors such as maternal education, economic status, and access to health services also contribute to the incidence of stunting. Conclusion: This study emphasizes the importance of adequate nutrition during pregnancy to prevent stunting in early childhood. Appropriate nutritional interventions and increased awareness of the importance of nutrition during pregnancy are urgently needed to improve maternal and child health. Recommendations for public health programs and nutrition policies were also discussed to address the stunting problem.