Masduki Masduki
Institute Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN PROFETIK; Mengenal Gagasan Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Masduki Masduki
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i1.4320

Abstract

This study is a further examination on prophetic paradigm developed by Kuntowijoyo, then it is implemented as a basis in Islamic learning. According to Kuntowijoyo, there are three basic pillars in developing this prophetic mission, humanism, liberation, and transcendence. Furthermore, its implications are, first, making prophetic education values as an effort to create Islamic education which is full of love, tolerance, righteousness, respecting the differences and other humanitarian characteristics. Second, Islamic education should follow the mission of Muhammad PBUH as a model in the learning processes. It should refer to Islamic education which teaches wisdom; each human behavior is based on God ‘s rules. Third, science should not be dichotomist. All sciences must have universal values. Therefore, objectification in viewing a science is crucial
MENYEGARKAN KEMBALI ISU SEKTARIANISME DAN KOMUNALISME DALAM ISLAM Masduki Masduki
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 8, No 1 (2016): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v8i1.2468

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menegaskan kembali sikap Islam yang anti terhadap sikap-sikap sektarianisme dan komunalisme. Sehingga pemahaman umat muslim tentang makna Islam tidak terjebak pada pemahaman yang parsial dan radikal. Setidaknya, Islam harus di lihat sebagai pertama, ajaran Islam adalah ajaran hanif, murni sebagaiamana ajaran Nabi Ibrahim yang sesuai dengan fitrah manusia untuk berserah diri kepada Satu Tuhan yaitu Allah swt. Kedua, ajaran Islam sebagi bentuk ketundukan kepada Allah adalah ajaran universal yang berlaku untuk seluruh umat dahulu, sekarang dan yang akan datang, bahkan berlaku bagi seluruh alam semesta. Ketiga, ajaran Islam bersifat inklusif non sectarian dan non komunalistik dengan tetap mengakui keberadaan agama-agama yang lain yang turun lebih awal sebelum datangnya ajaran Islam yang dibawa Nabi Saw
TOLERANSI DI MASYARAKAT PLURAL BERBASIS BUDAYA LOKAL (Studi Kasus di Desa Klepu Kec. Sooko Kab. Ponorogo) Masduki Masduki
Sosial Budaya Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v14i1.4159

Abstract

Sebuah masyarakat plural dengan berbagai agama di dalamnya merupakan sebuah keadaan rawan akan konflik dan perpecahan, dikarenakan isu agama adalah isu yang mudah sekali menyulut konflik dan perpecahan dibandingkan dengan isu-isu yang lain. Penelitian ini akan menggambarkan tentang kehidupan sebuah masyarakat plural di desa Klepu kabupaten Ponorogo, masyarakat desa Klepu terdiri dari pemeluk Katholik dan Islam akan tetapi dapat hidup berdampingan dalam suasana kerukunan dan penuh toleransi dengan tetap menjaga dan merawat budaya lokal mereka. Penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan mengambil fokus penelitian tentang bentuk budaya lokal atau kearifan lokal yang terdapat di desa Klepu yang dapat mendukung terciptanya kerukunan antarumat beragama, serta akan menggali factor yang mendukung budaya lokal tersebut tetap terjaga. Dari hasil penelitian dapat ditemukan bahwa bentuk budaya lokal di desa Klepu adalah “Gawean”, “Sambatan”, “Ngelayat”, “Nggaduh”, “Baon”  dan budaya “Gendurenan”. Tradisi-tradisi ini bisa tercipta dikarenakan adanya kesamaan suku masyarakt Klepu yaitu suku Jawa dimana budaya-budaya local tersebut diserap dari budaya Jawa, selain itu tradisi-tradisi local tersebut relative bisa diterima oleh kedua agama yakni Islam dan Katholik di desa Klepu.