Masnur Kasim
Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HASAN AL-BANNA (Problematika Islam Mesir dan Da’wah) Masnur Kasim
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 2, No 2 (2010): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v2i2.437

Abstract

During the early 1800s, Egyptian cotton exporting cotton in large quantities and eventually became the main results of Egypt. To facilitate the growth of trade between Egypt and Europe, foreign investors support a variety of projects to develop communication and modern transportation infrastructure. Egypt, after successfully controlled by Napoleon of France in the 19th century Egyptian natural resources exploited by the imperialists during this century, the fate of Economics and Political of egypt getting pinched   
MUHAMMAD RASYID RIDHA (Antara Rasionalisme & Tradisionalisme) Masnur Kasim
An-Nida' Vol 37, No 2 (2012): July - December 2012
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v37i2.321

Abstract

Muhammad Rasyid bernama Muhammad Rasyid ibn Ali Ridha ibn Muhammad Syamsuddin al-Qalamuni. Dia seorang jurnalis, yang mana banyak tulisan maupun karya yang telah memberikan wawasan intelektual untuk dunia Islam. Yang cukup menarik dari sosok Rasyid Ridha, justru dalam pemikiran teologisnya. Sebab, satu sisi sebagai pengagum dan murid Abduh yang dalam bidang teologi terkenal sangat rasional, melebihi Mu’tazilah justru dalam aspek tertentu pemikirannya lebih condong ke pemikiran “Salaf” / Hanbali. Disisi lain, sebagai penganut faham Hanbali yang terkenal sangat gigih menyerang ulama kalam (teolog) justru Ridha bukan hanya interest terhadap teologi melainkan juga boleh dikata telah berhasil membangun teologi yang memiliki karakter tersendiri.