Sri Mawarti
Pengawas Madrasah Tingkat Tsanawiyah Kementrian Agama Kota Pekanbaru

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBELAJARAN FIQH BERBASIS KEMAJMUKAN Sri Mawarti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i1.10641

Abstract

Kajian dalam Ilmu Fiqh seringkali berada pada posisi benar-salah, halal-haram, dan seterusnya. Sementara hari ini, kita berada pada kontruksi budaya dan kondisi sosial yang sangat majmuk. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk mengembangkan sebuah rumusan fiqh yang dibangun di atas basis kemajmukan itu sendiri, yang mengakui perbedaan serta menempatkan perbedaan tersebut dalam kesederajatan dan toleransi. Dalam bidang fiqh, wawasan multikulturalisme ini harus dibangun secara metodologis dengan cara mengembangkan paradigma tafsir sosial Islam yang mengedepankan pemaknaan-pemaknaan yang dinamis, progresif, dan toleran. Dalam hal ini, fiqh multikulturalis dapat dibangun di atas dasar prinsip mashlahah dengan menggunakan pendekatan maqashid al-syari’ah. Konsekuensinya, nilai-nilai al-Quran yang bersifat universal dipandang sebagai nilai yang bersifat substantif ketimbang nilai yang bersifat lokal-partikular. Karena itu, dengan pendekatan maqashid al-syari’ah, maka nilai keadilan, kemaslahatan, kesetaraan, hikmah-kebijaksanaan dan cintah kasih dianggap sebagai nilai yang paling utama yang akan menjadi sumber dan inspirasi tatkala al-Qur`an menjelaskan ketentuan-ketentuan sebuah kasus hukum tertentu (legal-spesific). Nilai-nilai yang bersifat universal inilah yang lebih relevan untuk dijadikan sebagai basis permusuan fiqh multikulturalis, karena nilai-nilai universal ini mampu menjangkau seluruh aspek kemanusiaan tanpa memandang perbedaan ras, agama, warna kulit, budaya dan sebagainya
PEMBELAJARAN TOLERANSI DI MASA PANDEMI Studi di Madrasah Kota Pekanbaru Sri Mawarti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i2.13558

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemic Covid-19 di Madrasah Tsanawiyah Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada masa Covid-19 ini, dilaksanakan dengan pola; Pertama, pembelajaran virtual dengan mempenguat pada aspek kedamaian, menghargai perbedaan individu dan kesadaran bersama untuk membangun nilai-nilai damai; Kedua, Memberikan tugas-tugas yang memberikan ruang dan dukungan atas upaya pengembangan potensi peserta didik dalam aspek keterampilan sosial; dan Ketiga, pengelolaan pembelajaran yang mengakomodasikan tantangan dan peluang kondisi peserta didik saat ini dan masa yang akan datang.
PEMBELAJARAN FIQH YANG HUMANIS Analisis terhadap Kurikulum Fiqh MTs Sri Mawarti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10649

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan akan pentingnya upaya mengembangkan model pembelajaran fiqh yang lebih humanis. Pembelajaran fiqh perlu didorong ke arah yang lebih transformatif, mau melihat perbedaan, menyadari tentang pentingnya pluralitas dalam pemahaman fiqh. Oleh karena itu, pembelajaran fiqh semestinya harus humanis, yaitu meneguhkan kembali kepentingan manusia dalam beribadah. Model pembelajaran fiqh yang humanis diantaranya adalah menekankan akan pembelajaran yang bermakna dan pendekatan dialogis.
TRADISI MANDI BALIMAU Menengok Kembali Nilai Pendidikan Agama Islam pada Tradisi di Riau Sri Mawarti
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v17i1.13805

Abstract

Artikel ini memotret salah satu tradisi di daerah Riau, yaitu tradisi mandi balimau kasai potang mogang. Tradisi yang diselenggarakan pada saat menjelang bulan Ramadan ini, memiliki pesan moral yang cukup menarik untuk dieksplorasi dengan pendekatan pendidikan. Mandi balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk serta wewangian, kasai adalah salah satu bahan yang dicampurkan didalam air pemandian yang terbuat dari campuran beras, kunyit, daun serai dan daun jeruk purut. Sedangkan potang mogang adalah menjelang petang. Rangkaian acara yang dilakukan antara lain bersih-bersih makam dan ziarah bersama. Secara edukatif, tradisi mandi balimau kasai potang mogang ini memiliki makna; Pertama, sebagai symbol membersihkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan; Kedua, symbol saling memaafkan dengan berkumpul dan bersilaturahim bersama masyarakat, teman, keluarga dan sebagainya.