M. Arrafie Abduh
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MADRASAH: QUALITY AND SOCIAL CHANGE (Case Study in Banjarmasin Indonesia) Ahdi Makmur; M. Arrafie Abduh; Hasbullah Hasbullah; arridho abduh
AL-FIKRA Vol 20, No 1 (2021): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v20i1.10709

Abstract

According to Indonesian Constitution of 1945, every citizent has his/her right to get education. Consequently, Indonesian government has to provide educational institutions for its nation, like school, madrasah and other forms of non-formal education. Both school and madrasah are carried out in different management. School management is on the hands of the Manistry of Education and Culture, madrasah is managed under the responsibility of the Ministry of Religious Affairs. The difference, however, presents dualism of educational system in Indonesia. As the result, madrasah has no more progress, treated discriminatively, and marginalized.  What a negative action it has, nowadays madrasah still exists in this country.  The purpose of this article is to explain the quality of madrasah (plural: madrasahs) and their role as the agent of social change. This is a field research of qualitative-quantitative approach carried out in a provencial capital city, that is Banjarmasin in South Kalimantan Indonesia. The madrasahs studied were 15 (n=15) with various levels and status including the founding organizations that are responsible. The data were collected by questionaire, interview, observation and documentary.  By measuring the eight indicators of National Education Standard consisting of content standard, process, outputs, teachers and non-educational staff, structures and infrastructures, management, cost, and standard of assesment, it is finally concluded that the quality of madrasahs was very good, although a little difference found out among the educational levels of them, between the state and private madrasahs. In addition, by understanding the students mind set, value, belief, norm, behaviour and their moral or ethics, madrasahs also have played the role  largerly and significantly in social change, except in some aspects which have been deeply rooted in their tradition like their belief on supernatural life, sacrality and irrational power, that basically have not changed yet.
Hubungan Rasa Syukur Dan Sabar Dalam Membentuk Ketenangan Jiwa Mahasiswa/I Jurusan Aqidah Dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau Sabilatul Hanifah; M. Arrafie Abduh; Khairiah Khairiah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketenangan jiwa merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa, terutama di tengah tuntutan akademik dan dinamika sosial yang kompleks. Dalam perspektif Islam, ketenangan jiwa tidak hanya dipahami sebagai kondisi psikologis, tetapi juga sebagai keadaan spiritual yang berkaitan dengan keimanan dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rasa syukur dan rasa sabar, baik secara parsial maupun simultan, terhadap ketenangan jiwa mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 61 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,530; p < 0,05), demikian pula rasa sabar yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,571; p < 0,05). Secara simultan, rasa syukur dan rasa sabar terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap ketenangan jiwa mahasiswa (F = 18,345; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat rasa syukur dan sabar yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat ketenangan jiwa yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai syukur dan sabar sebagai sumber daya spiritual dalam membentuk ketenangan jiwa mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam