Afrizal Nur
Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legitimasi Al-Qur’an dan Hadits Terhadap Sahabat Nabi SAW: Kritik Pelecahan JIL kepada Abu Hurairah RA Afrizal Nur
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2010): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v16i2.671

Abstract

Jaringan Islam Liberal (JIL), adalah organisasi yang lahir pada tanggal 22 maret 2001 dengan tujuan mengantisipasi munculnya wacana-wacana dari organisasi Islam radikal di Indonesia yang bermaksud ingin menerapkan hukum Islam secara klasik dan literal di tengah masyarakat muslim di Indonesia, maka jaringan ini juga membuat gaya penafsiran baru terhadap al- Qur’an dengan prinsip dasarnya adalah berdasarkan faham liberal. Kelompok ini tidak saja menafsirkan perkara-perkara fiqih saja, tetapi mereka juga berani masuk kepada wilayah sakral yaitu caqidah. Mereka juga melecehkan dan menghina sahabat-sahabat nabi yang mulia diantaranya adalah Abu Hurairah r.a, Padahal sahabat Nabi saw merupakan generasi pilihan dan yang paling teguh berpegang kepada Nas al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw, karena mereka telah memahami makna-makna syari’at pada Nasnas tersebut, namun yang dituntut dari kita adalah sikap menerima dan mengamalkannya. Semoga saja dengan kajian dan tausiah ilmiah ini, menggugah hati dan menyadari kebodohan dan kekufuran yang telah mereka lakukan, indikasi kebodohan itu adalah lemah dan tidak ilmiahnya metodologi penafsiran yang mereka gunakan.
M. Quraish Shihab dan Rasionalisasi Tafsir Afrizal Nur
Jurnal Ushuluddin Vol 18, No 1 (2012): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v18i1.696

Abstract

Kesempurnaan Islam adalah karena bersumberkan kepada al-Qur’an dan Sunnah, kedua sumber ini melahirkan peraturan atau popular dengan istilah syari’at. Islam menuntut umat nya untuk mendalami dan menghayati ayat-ayat yang terkandung didalam kitab suci al-Qur’an karena mempunyai maksud tersendiri, maka oleh karena nya tafsir mengambil peranan yang strategis untuk memahami dan mengungkap rahasia keagungan khazanah pada setiap ayat al-Qur’an. Berdasar motifasi tinggi untuk memahami al-Qur’an, banyak ulama di Indonesia yang berkosentrasi untuk menjelaskan dan menafsirkan al-Qur’an, dalam sejrah aktifitas penafsiran al-Qur’an berawal dari Syeikh Abdurra’uf al-Singkli pada abad ke 17M sampai saat ini adalah era nya M.Quraish Shihab. Tokoh tafsir yang terakhir ini tidak pernah absent dan ketinggalan di kaji dan di analisa oleh para komunitas akademisi tafsir baik dalam bentuk kajian kritik ataupun mendukung pencapaian prestasi kitab tafsir yang diberi nama al-Mishbah ini. Kritikan yang selalu dapat perhatian utama akademisi tafsir meliputi pandangan-pandangan rasional Quraish Shihab yang sering kali menjadi tidak rasional disebabkan tidak mengikuti dan menyalahi pandangan jumhur ulama. Oleh sebab itu penulis tidak ingin ketinggalan menyumbangkan pemikiran dalam bentuk usaha intelektual alah kadarnya yang dimiliki untuk menempatkan tafsir al-Mishbah kemartabat yang tinggi di tangga samudera karya tafsir ulama tafsir Indonesia