Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kerangka Kerja Kebijakan Moneter Dalam Islam Erni Yusnita Siregar
JURNAL AL-IQTISHAD Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jiq.v17i2.14154

Abstract

Fokus utama kerangka kerja kebijakan moneter dalam Islam yakni pada pemeliharaan perputaran sumber daya ekonomi, dengan hukum – hukum syariah seperti ketiadaan suku bunga dalam ekonomi, sehingga tidak ada alasan bagi para pemegang dana untuk menahan uangnya di pasar keuangan. Semakin berkembang pasar keuangan berdampak pada peningkatan jumlah uang di pasar keuangan yang menjadikan gap antara sektor moneter dan riil semakin meningkat. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebenarnya perlu ada instrument – instrument lain, selain suku Bunga, dalam memecahkan masalah – masalah perekonomian. Kebijakan moneter Islam mengantarkan pada pola regulator untuk mengurangi gap jumlah uang antara sektor riil dan sektor moneter dengan menghilangkan transaksi dan produk di pasar keuanganyang tidak dilandasi oleh usaha produktif di sektor riil. Peningkatan usaha produktif di sektor riil dapat mendorong perputaran uang di perekonomian (velocity of money). Maka dari itu, perhatian regulasi moneter tidak hanya tertuju pada konsep money supply, apalagi suku bunga melainkan pada perputaran sumber daya (uang) dalam perekonomian. Penulis akan mengumpulkan data melalui beberapa sumber primer dan sekunder. Kemudian semua data akandi paparkan secara deskriptif dan analitatif. Penulisfokus pada makna yang terdapat dalam suatu fenomena yang diteliti, yang dapat digali dari persepsi objek penelitian dengan judul Analisis Kerangka Kerja Ekonomi Moneter dalam Islam.Fokus utama kerangka kerja kebijakan moneter dalam Islam yakni pada pemeliharaan perputaran sumber daya ekonomi, dengan hukum – hukum syariah seperti ketiadaan suku bunga dalam ekonomi, sehingga tidak ada alasan bagi para pemegang dana untuk menahan uangnya di pasar keuangan. Semakin berkembang pasar keuangan berdampak pada peningkatan jumlah uang di pasar keuangan yang menjadikan gap antara sektor moneter dan riil semakin meningkat. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebenarnya perlu ada instrument – instrument lain, selain suku Bunga, dalam memecahkan masalah – masalah perekonomian. Kebijakan moneter Islam mengantarkan pada pola regulator untuk mengurangi gap jumlah uang antara sektor riil dan sektor moneter dengan menghilangkan transaksi dan produk di pasar keuanganyang tidak dilandasi oleh usaha produktif di sektor riil. Peningkatan usaha produktif di sektor riil dapat mendorong perputaran uang di perekonomian (velocity of money). Maka dari itu, perhatian regulasi moneter tidak hanya tertuju pada konsep money supply, apalagi suku bunga melainkan pada perputaran sumber daya (uang) dalam perekonomian. Penulis akan mengumpulkan data melalui beberapa sumber primer dan sekunder. Kemudian semua data akandi paparkan secara deskriptif dan analitatif. Penulisfokus pada makna yang terdapat dalam suatu fenomena yang diteliti, yang dapat digali dari persepsi objek penelitian dengan judul Analisis Kerangka Kerja Ekonomi Moneter dalam Islam.
PENGARUH KOMUNIKASI DAN KEBIJAKAN UU ITE TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI BARANG ONLINE DI INSTAGRAM Erni Yusnita Siregar
Eksekusi : Journal Of Law Vol 3, No 1 (2021): Eksekusi : Journal Of Law
Publisher : Universitas Islam Negeri sultan syarif kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/je.v3i1.12592

Abstract

Dalam media internet, kejahatan yang sering terjadi adalah penipuan dengan mengatas namakan bisnis jual beli dengan menggunakan media internet yang menawarkan berbagai macam produk penjualan. Banyak kasus dimana saat uang sudah dikirim oleh si pembeli, barang yang seharusnya dikirim oleh si penjual tidak dikirim atau barang yang dikirim berbeda tidak sesuai informasi yang diberikan oleh si penjual. Oleh sebab itu dibutuhkan Tindakan hukum untuk memberikan efek jera terhadap para penipu jual beli online tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana pengaruh komunikasi dan kebijakan UU ITE terhadap tindak pidana penipuan jual beli barang online di Instagram dengan pendekatan yuridis normatif untuk menganalisis secara kritis norma hukum pidana terhadap tindak pidana penipuan jual beli barang online di Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif. Sumber data yang didapat adalah data sekunder. Hasil penelitian ini membahas kebijakan hukum terhadap tindak pidana yang mengatur perlindungan konsumen. Kata Kunci: Komunikasi, Kebijakan UU ITE, Penipuan Online
Paradigma Pembangunan Ekonomi Konvensional dan Pembangunan Ekonomi Islam Erni Yusnita Siregar
ISLAMIC BUSINESS and FINANCE Vol 3, No 2 (2022): ISLAMIC BUSINESS and FINANCE
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ibf.v3i2.19341

Abstract

This research is entitled the different paradigms of conventional economic development and Islamic economic development. The background of this research is that there are differences between Islamic economics and conventional economics in the field of development both from the aspects of methodology, principles, principles and scope. For this reason, researchers conducted a literature study on the differences in the paradigms of conventional economic development and Islamic economic development. The method used is descriptive analysis method, which is a method that examines the status of human groups, objects, conditions, a system of thought, or a class of events at the present time with the aim of making systematic, factual and accurate descriptions, drawings or drawings of facts, nature, as well as the relationship between the phenomena investigated. So this study resulted in findings that: the paradigm (worldview) that underlies Islamic development economics is different from conventional economics. Islamic development economics is formed based on the Islamic worldview which places the main guide in carrying out life activities (including economic activities both individually and as entities or groups) originating from the Al-Qur'an and Al-Hadith. Conventional development economics has fundamental differences with Islamic development economics. Conventional development economics has not been able to fully meet the needs of Islamic society in terms of knowledge, fulfillment of basic needs, and accommodating the basic motives of economics so that the presence of Islamic economic development is indispensable
Limbah Gelas Plastik Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Hiasan Dinding pada Siswa SD Negeri No. 101230 Situmba Kec. Sipirok Enni Sari Siregar; Erni Yusnita Siregar
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 2 (2023): April, Pages 121 - 220
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i2.779

Abstract

Permasalahan lingkungan seperti limbah yang sampai saat ini terus diupayakan penyelesaiannya sudah selayaknya menjadi perhatian khusus, dimana hal ini apabila dibiarkan secara terus menerus akan menyebabkan dampak yang lebih banyak, terutama bagi kesehatan manusia. Limbah plastik kini banyak ditemukan diberbagai tempat terutama di sekolah, karena plastik digunakan sebagai wadah berbagai macam produk karena dianggap praktis. Sebagai salah satu upaya mengurangi masalah ini, penulis melakukan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan memberikan pelatihan kepada anak-anak berupa limbah gelas plastik yang dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan hiasan dinding agar anak-anak dapat termotivasi untuk meningkatkan kreatifitas dengan memanfaatkan limbah yang sangat mudah mereka jumpai. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri No. 101230 Situmba Kec. Sipirok. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan yang dimulai dengan memberikan penjelasan dan mendemonstrasikan  kepada siswa tentang bagaimana cara mengolah limbah plastik yang dalam kegiatan ini dipergunakan kemasan minuman ringan sebagai bahan dasar pembuatan hiasan dinding. Dari hasil pelaksanaan pelatihan siswa langsung mendapatkan informasi tentang bahaya limbah plastik terhadap keberlangsungan ekosistem di masa yang akan datang. Selanjutnya meningkatnya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang olahan limbah plastik menjadi barang bernilai.