Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Sharing Antenna BTS di Semarang Ari Endang Jayati; Ervina Sukoriyanti; Budiani Destyningtias
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 12, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v12i2.957

Abstract

                                                                                                                                                                          Kita semua tahu bahwa pesatnya perkembangan telekomunikasi di Indonesia khususnya telekomunikasi seluler membuat beberapa perubahan di negara tersebut. Sisi positifnya negara tersebut menjadi maju dan modern, sedangkan sisi negatifnya negara tersebut mengalami perubahan tata letak ruang atau sistem tata kota yang tidak rapi. Semakin banyaknya tower seluler menjadi penyumbang utama terciptanya hutan menara di suatu negara. Hutan menara yang tumbuh pesat tentu saja membawa dampak negatif bagi wilayah tersebut, salah satunya adalah terganggunya sistem radio pada penerbangan di wilayah tersebut. Selain itu, sarana dan prasarana yang harus disediakan oleh provider atau operator seluler menjadi tidak efektif dan efisien. Untuk menyikapi hal tersebut, dari sisi pemerintahan mengeluarkan beberapa peraturan terkait pembangunan tower baru, kemudian dari sisi perusahaan atau vendor terkait sarana dan prasarana tersebut, dalam hal ini adalah perusahaan penghasil perangkat yang dibutuhkan oleh operator atau provider telekomunikasi seluler, berlomba-lomba menciptakan suatu perangkat yang lebih canggih, efisien, efektif yang tentu saja lebih ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau. Salah satu contohnya adalah perangkat antenna multi band, yaitu perangkat antenna yang bisa melayani beberapa range frequency yang berbeda atau range frequency tertentu. Dengan adanya perangkat antenna tersebut akan memungkinkan terjadinya sistem antenna sharing dalam satu operator ataupun antar operator.
Analisa Suhu dan Tekanan Udara Terhadap TSP Dengan Menggunakan Metode Korelasi Pearson di Kota Semarang aris herizaldi; Ari Endang Jayati; Elfira Nureza Ardina
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 15, No 2 (2026): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v15i2.9790

Abstract

Seiring perkembangan modernisasi urban, pertumbuhan ekonomi, dan infrastuktur, menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dengan karakteristik padat penduduk. Seiring pertumbuhan populasi di Kota Semarang serta meningkatkan aktivitas manusia seperti pertumbuhan kendaraan bermotor, pembakaran biomassa serta proyek pembangunan kota yang berpotensi meningkatkan pencemaran udara. TSP (Total Suspended Particulate), parameter pencemaran udara yang terukur oleh kantor BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Partikulat halus yang mengendap sangat lambat dalam udara ambien berukuran 100 μm (mikrometer) disebut juga TSP. Pengukuran TSP dilakukan menggunakan peralatan HVAS (High Volume Air Sampler). Kesehatan manusia dapat terganggu jika konsentrasi TSP melebihi baku mutu udara ambiennya. Parameter meteorologi juga berkontribusi pada peningkatan jumlah polutan di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisis tingkat konsentrasi TSP, dan mengetahui parameter meteorologi berupa suhu dan tekanan udara terhadap konsentrasi TSP menggunakan metode korelasi Pearson. Koefisien korelasi (r) yang dihasilkan oleh korelasi Pearson menunjukkan kekuatan hubungan linier antara dua variabel, dimana parameter meteorologi suhu dan tekanan udara (variabel independen) terhadap TSP (variabel dependen). Konsentrasi TSP cenderung meningkat secara umum dari Januari hingga Agustus 2025. Menurut hasil analisis, konsentrasi rata-rata bulanan TSP yang terukur selama bulan Januari – Agustus 2025 di Kota Semarang berada dibawah batas aman karena nilai konsentrasinya jauh dibawah standar pemerintah untuk baku mutu udara ambien yaitu 230 μg/m³ (waktu pengukuran selama 24 Jam). Nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara)  yang dihasilkan dari proses analisis berada pada rentang 51–100 dan 101-200 berdasarkan perhitungan dengan parameter TSP. Selama periode tersebut, kualitas udara di Kota Semarang berada dalam batas aman walaupun kondisinya berada pada kategori Sedang dan Tidak Sehat. Hasil korelasi parameter meteorologi dengan konsentrasi TSP di Kota Semarang membuktikan bahwa suhu awal hampir tidak memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=-0.080), suhu akhir tidak cukup memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=0.174), tekanan udara akhir kurang cukup memiliki pengaruh terhadap konsentrasi TSP (r=0.203), akan tetapi terdapat hubungan yang signifikan walaupun lemah antara tekanan udara awal dengan konsentrasi TSP (r=0.378).