Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Premi Asuransi Dana Pensiun Dengan Asumsi Seragam Untuk Kasus Multiple Decrement Menggunakan Metode Aggregate Cost Aprijon Aprijon
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 17, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v17i2.10306

Abstract

             Hakikat manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, akan ada banyak sekali kemungkinan-kemungkinan untuk menghadapi kerugian yang disebut dengan resiko.Resiko tersebut juga dirasakan oleh karyawan-karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau lembaga tertentu, terlebih ketika mereka sudah memasuki usia tua. Oleh karena itu,perlu adanya program yang dapat dimanfaatkan untuk  jaminan kesejahteraan karyawan dihari tua, salah satunya adalah asuransi dana pensiun. Namun ada kalanya peserta keluar dari asuransi dana pensiun sebelum memasuki masa pensiun normal yang disebabkan oleh faktor lain, misalnya peserta meninggal dunia, cacat permanen dan pensiun awal (multiple decrement). Hal tersebut mengakibatkan pembayaran premi yang harus dibayarkan peserta berbeda dengan pembayaran premi pada saat pensiun normal.Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan besarnya premi pensiun yaitu metode aggregate cost. Metode aggregate cost merupakan metode perhitungan premi yang dipengaruhi oleh besarnya gaji serta tingkat kenaikan gaji peserta asuransi selama bekerja. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui untuk peserta laki-laki dan perempuan dengan besar gaji, tingkat kenaikan gaji dan usia masuk yang sama, diperoleh bahwa premi yang harus dibayar oleh peserta laki-laki lebih besar daripada premi yang harus dibayarkan oleh peserta perempuan. Hal ini dipengaruhi anuitas awal seumur hidup untuk peserta laki-laki lebih kecil daripada peserta perempuan. Katakunci: asumsi seragam, metode aggregate cost, multiple decrement, premi pensiun. 
Pelatihan Matematika Gasing Pada Materi Penjumlahan dan Perkalian Dua Digit Dengan Dua Digit untuk Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Aprijon Aprijon
MENARA RIAU Vol 14, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.088 KB) | DOI: 10.24014/menara.v14i1.12520

Abstract

Matematika merupakan salah satu Mata Pelajaran yang sangat Penting sehingga banyak sekali metode yang muncul untuk membantu siswa dalam menguasai matematika. Salah satu metode tersebut adalah Metode Gasing. Untuk dapat menerapkan mtode tersebut maka dilakukan Pelatihan Gasing. Pelatihan matematika Gasing ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap penggunaan metode ini. Adapun yang menjadi fokus pelatihan adalah siswa kelas 6 Sekolah Dasar negeri 012 Kualu Tambang Kampar. Jumlah sampel yang diambil pada pelatihan ini adalah sebanyak 20 orang. Metode GASING ini menitikberatkan pada pokok bahasan penjumlahan dan perkalian dua digit pada siswa. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilaksanakan dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata‐ rata nilai posttest dengan Matematika Gasing sebesar 69,75 dan proses pembelajarannya secara konvensional sebesar 57,25 serta Uhitung = 64  dan  Utabel = 70. Hal ini menunjukkan penggunaan metode ini sangat signifikan pengaruhnya terhadap siswa dalam memahami matematika.
Penggunaan Hukum De Moivre untuk menghitung premi tahunan asuransi Jiwa Seumur Hidup Aprijon aprijon
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2019: SNTIKI 11
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.22 KB)

Abstract

Kehidupan manusia akan selalu dikelilingi oleh berbagai hal yang mungkin saja dapat mengancam keamanan dan keselamatan atau mungkin juga dapat menyebabkan kerugian finansial. Mengatasi kerugian-kerugian  tersebut ialah dengan mengalihkan kerugian-kerugian finansial tersebut kepada pihak yang lain yang kemudian memunculkan adanya asuransi. Perusahaan asuransi membebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung. Menentukan besarnya premi tahunan yang dibayar digunakan beberapa asumsi diantaranya dengan menggunakan hukum De Moivre. Hukum De Moivre merupakan hukum mortalita yang menentukan percepatan mortalita yang diperoleh dari distribusi seragam. Besarnya premi tahunan asuransi jiwa seumur hidup bergantung pada umur peserta asuransi tersebut, tingkat bunga dan besarnya uang pertanggungan. Semakin tinggi umur peserta ketika memulai asuransi, maka akan semakin besar premi yang harus dibayarkan. Semakin tinggi perkiraan usia maksimal, maka akan semakin rendah premitahunan yang harus dibayarkan.Berdasarkan penerapannya pada data yang diperoleh besarnya premi tahunan peserta asuransi jiwa seumur hidup dengan hukum De Moivre lebih kecil daripada besarnya premi tahunan yang terdapat pada data. Kata kunci: Anuitas Awal Seumur Hidup, Asuransi Jiwa seumur hidup, Hukum De Moivre,Premi tahunan