Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TBS (TANDAN BUAH SEGAR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE P (PERIODIC REVIEW SYSTEM) DAN METODE Q (CONTINUOUS REVIEW SYSTEM) PADA PT. KARYA PANEN TERUS. Ari Setiawan; Fitriani Surayya Lubis; Ismu Kusumanto; Misra Hartati; Muhammad Isnaini Hadiyul Umam
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 3 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i3.10088

Abstract

PT. Karya Panen Terus merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit. Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah belum efektif menyediakan kebutuhan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) sebagai bahan utama produksi CPO, dan PT. Karya Panen Terus tidak mempunyai lahan perkebunan sendiri sebagai penunjang kebutuhan TBS. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan produksi CPO perharinya perusahaan sering mengalami kekurangan bahan baku maupun kelebihan bahan baku TBS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Periodic Review System dan Continuous Review System. Berdasarkan hasil penelitiaan perencanaan paling optimal diperoleh menggunakan metode Continuous Review System yaitu persediaan maksimum sebanyak 3.231 ton, dengan Safety stock untuk penyediaan bahan baku TBS sebesar 270 ton per pesanan dan reorder point sebesar 273 ton dengan penghematan sebesar Rp118.167.599,26 jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Surat Kabar Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Probabilistik Pada PT. X Ilham Hadi Lubis; Fitriani Surayya Lubis; Muhammad Isnaini Hadiyul Umam; Muhammad Ihsan Hartaty
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.10374

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan tahapan kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan berapa besar pesanan harus diadakan, jumlah atau tingkat persediaan yang dibutuhkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan pabrik. Berdasarkan hasil survei, perusahaan ini dapat memproduksi ±1.200 surat kabar dalam sehari, sehingga dalam sebulan dapat mencapai angka produksi ±26.400 surat kabar dengan 22 hari kerja dalam sebulan. Angka tersebut berkategorikan berfluktuasi dikarenakan untuk produksi produk tersebut tergantung dari demand konsumen. Selanjutnya, terkait penyediaan bahan baku berupa kertas kalkir, plat, dan kertas koran tersebut memiliki sebuah kelemahan. Pada periode tertentu, proses produksi mengalami penurunan dikarenakan tidak dapat menangani fluktuasi dari demand konsumen akibat kekurangan bahan baku. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan ini mengadopsi metode manajemen persediaan yang sederhana, yaitu dengan melakukan pemesanan bahan baku kembali di saat persediaannya hampir habis (acak atau tidak konsisten). Persediaan hampir habis dikarenakan perusahaan tidak memesan banyak stok bahan baku dan sesuai demand konsumen Selain itu, dalam pemesanan kembali perusahaan mengalami waktu tunggu (lead time) yang berbeda-beda.
Optimalisasi Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Mosher I Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Kurniawan, Fajar; Muhammad Isnaini Hadiyul Umam; Ismu Kusumanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.526

Abstract

Mesin Mosher merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi bahan baku disebuah perusahaan multinasional di Indonesia yang berfokus pada industri semen. Mesin ini berfungsi sebagai penghancur material, sehingga efektivitas operasionalnya sangat berpengaruh terhadap kualitas produksi. Oleh karena itu, analisis penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) diperlukan untuk menilai efisiensi mesin dalam mendukung proses produksi. Penelitian ini menggunakan data dari pekerja shift 1 serta waktu operasi Mesin Mosher I selama dua minggu pertama bulan Februari 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan kegiatan monitoring dan maintenance secara berkala, namun masih terdapat total waktu downtime sebesar 528 menit, yang berpotensi mengurangi efektivitas mesin. Sebagai solusi, disarankan untuk melakukan inspeksi berkala secara lebih ketat, serta memastikan penggunaan suku cadang asli atau material dengan daya tahan lebih tinggi dalam proses penggantian komponen guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi downtime.
Optimalisasi Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Mosher I Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Kurniawan, Fajar; Muhammad Isnaini Hadiyul Umam; Ismu Kusumanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.526

Abstract

Mesin Mosher merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi bahan baku disebuah perusahaan multinasional di Indonesia yang berfokus pada industri semen. Mesin ini berfungsi sebagai penghancur material, sehingga efektivitas operasionalnya sangat berpengaruh terhadap kualitas produksi. Oleh karena itu, analisis penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) diperlukan untuk menilai efisiensi mesin dalam mendukung proses produksi. Penelitian ini menggunakan data dari pekerja shift 1 serta waktu operasi Mesin Mosher I selama dua minggu pertama bulan Februari 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan kegiatan monitoring dan maintenance secara berkala, namun masih terdapat total waktu downtime sebesar 528 menit, yang berpotensi mengurangi efektivitas mesin. Sebagai solusi, disarankan untuk melakukan inspeksi berkala secara lebih ketat, serta memastikan penggunaan suku cadang asli atau material dengan daya tahan lebih tinggi dalam proses penggantian komponen guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi downtime.