Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI INTEGER PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TERNAK AYAM Vera Devani
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 14, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v14i2.3064

Abstract

The demand for animal protein increasing from day to day sometimes make this farm product prices more expensive because it is not balanced with sufficient production. The purpose of this study was to determine the amount of production, the constraints must be considered optimize, profit and value sensitivity to optimize solutions are reached. Integer Programming is a mathematical model of settlement that allows the results of case resolution of Linear Programming in the form of fractions converted to integers without leaving the optimization settlement. Based on research conducted retrieved group production needs to be improved is the Group III (29-31 days) of 650 tails. Improvement of the factors of production is carried out on the direct workforce of 494 hours, capacity 800 tails, 4,387.5 kg of feed use, and use of the OVD of Rp 2,176,083. With the optimization conducted obtained an increase in profit of Rp 1,385,150. The value of the shadow price (dual price) of each constraint is 0, it means the rest of utilisation of capacity will not change the value of the function is the goal.  
Optimasi Komposisi Kandungan Nutrisi Pakan Ikan Buatan dengan Menggunakan Fuzzy Linear Programming Vera Devani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2336.046 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i1.6160

Abstract

Pakan ikan harus mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan. Kandungan nutrisi yang harus dimuat dalam pakan ikan yaitu protein, lemak, karbohidrat, dan lemak. Dengan menggunakan metode Fuzzy Linear  Programming dapat diketahui kebutuhan bahan baku dan nutrisi, kebutuhan ideal bahan baku dan nutrisi, penambahan yang diizinkan pada bahan baku  dan nutrisi serta biaya yang diperlukan untuk pembuatan pakan ikan buatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kandungan nutrisi dalam 100 kg pakan ikan buatan yaitu 19,50 kg protein, 4,09 kg lemak, 17,02 kg karbohidrat, dan 9,75 kg serat dengan biaya Rp 98.795 serta dapat mengurangi biaya sebesar Rp 2.519,40 (2,50%) jika dibandingkan menggunakan Linear Programming. 
Analisis Penerapan Konsep 5S di Bagian Proses Maintenance PT. Traktor Nusantara Vera Devani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.499 KB) | DOI: 10.24014/jti.v2i2.5095

Abstract

Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui persentase tanggapan positif dan negatif karyawan terhadap implementasi 5S, mengetahui masalah–masalah dalam penerapan 5S pada bagian proses maintenance, serta untuk menentukan proses pengendalian dan tindak lanjut penerapan 5S pada bagian proses maintenance di PT. Traktor Nusantara Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode 5S. 5S adalah teknik untuk menjaga mutu lingkungan sebuah perusahaan atau institusi dengan cara mengembangkan keterorganisirannya, perlunya tempat kerja yang aman dan nyaman, pengelolaan tempat kerja, dan pentingnya peningkatan efisiensi dan produktifitas. Responden pada penelitian ini adalah seluruh mekanik yang bekerja pada bagian maintenance PT. Traktor Nusantara Pekanbaru. Hasil pengolahan data terhadap konsep 5S secara keseluruhan indikator, dapat diketahui bahwa rata-rata yaitu sebanyak 84,91% responden memberikan tanggapan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya mekanik PT. Traktor Nusantara sudah baik dalam memahami dan mengaplikasikan konsep 5S. Namun masih terdapat sekelompok mekanik yang memiliki respon negatif yaitu sebesar 15,08%. Masalah-masalah dalam penerapan 5S, mekanik kurang optimal dalam hal menerapkan prinsip-prinsip Seiketsu (pemantapan). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pengkodean peralatan dan mengaruskan setiap karyawan untuk mengembalikan perlengkapan kerja yang sudah digunakan ketempat asal.