Muhammad Arif
Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontrol Diri di Media Sosial Perspektif Pemikiran Hermeneutika Hadis Khaled Abou El-Fadl Muhsin Muhsin; Muhammad Arif
An-Nida' Vol 43, No 1 (2019): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v43i1.12316

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana perspektif hadis Nabi saw. mengenai menjaga lisan dan tangan? Lalu dijabarkan dalam sub-sub masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kualitas hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 2. Bagaimana kandungan hadis tentang menjaga lisan dan tangan? 3. Bagaimana bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan dalam media sosial?. Menyelesaikan permasalahan ini, penulis menggunakan pendekatan hermeneutika dalam memahami hadis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hadis, kandungan hadis dan bentuk pengaplikasian hadis tentang menjaga lisan dan tangan di dunia medsos. Adapun perkiraan hasil temuan dari penelitian ini adalah persolan menjaga lisan ini tidak hanya didudukkan dalam konteks hukum dan normative. Melainkan melibatkan budaya dan norma-norma kehidupan. Dalam konteks masyarakat timur yang mengacu pada nilai-nilai dan tatanan ketimuran menggangap bahwa manusia adalah bagian dari manusia yang lain yang tidak terpisahkan sehingga membentuk sebuah masyarakat yang sejahtera terhindar dari pembodohan akibat tidak menjaga lisan.
Eksistensi dan Nilai Budaya Islam dalam Tradisi Appasitulunggang pada Petani Jagung di Bungung Lompoa: Studi Kasus di Desa Bontonompo, Jeneponta Ayu Nuraeni Sunggu; Juwika Afrita; Syamzan Syukur; Muhammad Arif
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi dan nilai budaya Islam dalam tradisi Appasitulungang (gotong royong) pada masyarakat petani jagung di Bungung Lompoa, Desa Bontonompo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah, antropologi, dan sosiologi agama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, photovoice, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Appasitulungang masih eksis pada masyarakat petani jagung di Bungung Lompoa meskipun mengalami pergeseran akibat modernisasi; (2) Wujud budaya Appasitulungang tercermin dalam tujuh tahapan bertani jagung, yaitu Annangkasi Koko (membersihkan kebun), A'nangkala Koko (membajak kebun), A'lamung Batara' (menanam jagung), Ammupu' Batara' (memupuk jagung), Angngompa Ruku' Batara' (menyemprot rumput), Angngalle Raung Batra' (mengambil daun jagung), dan Anyyappe Batara' (panen jagung); (3) Tradisi ini mengandung nilai-nilai Islam yang kuat, meliputi nilai kebersamaan, tolong-menolong, solidaritas sosial, dan ketaatan pada ajaran agama. Penelitian ini menegaskan pentingnya melestarikan Appasitulungang sebagai kearifan lokal berbasis nilai Islam yang relevan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat agraris