Jurisman Kadji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI TATA KELOLA SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN GORONTALO Jurisman Kadji
Jurnal Ad'ministrare Vol. 2, No. 1, Januari - Juni 2015
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.91 KB) | DOI: 10.26858/ja.v2i1.1231

Abstract

Pemulihan pariwisata ini juga hendaknya dibutuhkan adanya pendekatan atau mekanisme yang tepat melalui penumbuhan keterlibatan dan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan seluruh komponen pariwisata dan masyarakat secara keseluruhan.Masih kurangnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata. Belum adanya pementasan atau pagelaran tentang budaya di Kabupaten Gorontalo. Belum adanya pelatihan ketrampilan masyarakat untuk menghasilkan kerajinan atau produk-produk seperti makanan yang dapat menunjang kepariwisataan. Rendahnya kualitas sumber daya manusia terutama di bidang kepariwisataan. Pegawai belum menguasai teknologi informasi, kurangnya sosialisasi pengurusan rekomendasi bagi para pengusaha jasa yang bergerak di bidang pariwisata, serta terbatasnya jumlah perangkat teknologi (komputer).Perlu menyediakan sarana dan prasarana sebagai pendukung kegiatan pariwisata. Perlunya menampilkan budaya yang khas dari Kabupaten Gorontalo. Lebih mendorong warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam mempromosikan pariwisata. Mengikutsertakan pegawai dalam mengikuti seminar maupun lokakarya atau pendidikan dan pelatihan terutama di bidang teknologi yang berkaitan dengan kepariwisataan. Perlu ada kerjasama dengan pihak swasta khususnya yang bergerak dibidang kepariwisataan untuk peningkatan serta optimalisasi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Gorontalo. Kata kunci: Optimalisasi, Pariwisata, Sumber Daya Manusia 
PERAN PEREMPUAN ISLAM DALAM PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN BONE BOLANGO Hendra Yasin; Jurisman Kadji
Farabi Vol 19 No 2 (2022): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v19i2.3483

Abstract

Abstract: Seeing the extent to which the role and constraints of Islamic women in village development in Bone Bolango district, Gorontalo Province is interesting to observe. At least because the context of bone bolango is so strong in its customs and Islam that often differentiates women and men. Although in Islam the role of women is not a problem. However, in the context of Gorontalo custom, more specifically in Bone Bolango, there is a place that has a traditional nuance, which women cannot enter. However, there is something that can be said to be an anomaly, namely the presence of women in filling the sub-district office. There are even female deputy district heads who were born from a direct election process. This type of research is Mixed Method Research (MMR) with Explanatory type. The research location is in Bone Bolango district. Using a structuration theory framework approach which includes structure and agency the researcher concludes several things namely women have a big role in village development in Bone Bolango Regency. Structurally, women receive support including significance (stock of knowledge), legitimacy (rules that favor women) and domination (authority/power that is pro-women). In terms of agency/women themselves have the capacity and capability, especially in terms of networking. Even so, it cannot be denied that culture contributes to hindering the role of women. Keywords: Role, Islamic Women, Structuration