This Author published in this journals
All Journal Sosioinforma
Sucipto Sucipto
Peneliti Pada Balatbangsos, Departemen Sosia/ RI, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA WANITA KEPALA RUMAH TANGGA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI KABUPATEN DAN KOTAMADYA MALANG Sucipto Sucipto
Sosio Informa Vol 7 No 2 (2002): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v7i2.1205

Abstract

Bahwa permasalahan wanita sebagai kepala rumah tangga yaitu masalah ekonomi, dengan berubahnya status/fungsi dari ibu rumah tangga menjad.i kepala rumah tangga sebagai akibat perceraian ( baik cerai hidup maupun cerai mati) maupun ditinggal suami mencari nafkah di luar kota. Dengan perubahan fungsi tersebut maka berubah perannya yaitu sebagai ayah bagi anak-anaknya di rumah, juga sebagai ibu bagi anak·anaknya. Wanita kepala rumah tangga harus mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, mereka harus menjadi pencari nafkah untuk keluarga ( anak·anaknya ). Sasaran dari penelitian ini yaitu wanita kepala rumah tangga yang ditinggal suami sebagai akibat perceraian ( cerai mati/hidup ) maupun yang ditinggal suami mencari nafkah diluar kota. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sasaran wilayah terdapat wanita kepala rumah tangga, yaitu Kabu paten/Kota Malang. Harapan dan tujuan dari penelitian Study kasus ini yakni teridenfikasinya kondisi sosial ekonomi dan faktor-faktor penghambat dan faktor-faktor kemudahan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Hasil di lapangan menunjukan, bahwa wanita kepala rumah tangga baik dari desa maupun kota (93,33%) mempunyai usaha send.iri (berdagang, petani dan buruh), lainnya mendapat bantuan dari anak·anaknya. Kebutuhan yang mendesak yang belum terpenuhi oleh wanita yang berasal dari kota adalah kebutuhan perbaikan rumah dan pendidikan anak. sedangkan yang berasal dari desa, yakni kebutuhan pokok yang sangat mendesak adalah pendidikan, penerangan (listrik) dan kebutuhan air bersih.