Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN HAND SANITIZER BAHAN ALAM DAN GERAKAN CUCI TANGAN MASYARAKAT SILIAN MINAHASA TENGGARA Jovie Mien Dumanauw; Djois Sugiaty Rintjap
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.25112

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyebaran penyakit infeksi secara cepat yaitu tangan yang kotor. Kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan dan pada keadaan tertentu mencuci tidak dapat dilakukan. Salah satu cara untuk kebersihan tangan yaitu menggunakan hand sanitizer  diperoleh dari bahan alam yang relatif lebih murah, aman, efektif, dan mudah didapatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer dari bahan alam dan melatih masyarakat cara mencuci tangan yang benar. Tahapan kegiatan dilakukan dengan mengadakan pertemuan dengan pemerintah kelurahan, sekolah dan pengurus PKK dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang program yang akan dijalankan di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Pelatihan dilakukan pada ibu-ibu PKK tentang cara pembuatan sediaan hand sanitizer yang siap digunakan, dan pelatihan cuci tangan yang benar bagi murid Sekolah Dasar. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan mengisi kuesioner. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat dapat dilatih untuk memanfaatkan tanaman untuk  pengobatan  dengan diberikan pengetahuan tentang bermacam-macam tanaman obat; mengolah tanaman obat menjadi sediaan yang siap digunakan sebagai hand sanitizer; menguasai cara mencuci tangan yang benar untuk menjaga kebersihan tangan
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pazote (Chenopodium ambrosioides L) Terhadap Escherichia coli Djois Sugiaty Rintjap; Roske Irma Korobu; Lidya E S Rumajar
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 3 No 1 (2018): JPMS
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.865 KB)

Abstract

Infectious diseases still remain a major problem in tropical countries like Indonesia. Uncontrolled of antimicrobials consumption leads to the emergence of resistance. So new antimicrobial searches need to be carried out. One of the plants suspected of having antimicrobial activity was Pazote (Chenopodium ambrosioides L.). Extraction of C. ambrosioides leaves was carried out by maceration with 70% ethanol. Antimicrobial activity was carried out by Kirby-Bauer (modified) at concentrations of 5, 10, and 15% while the inhibitory zone was observed daily for 3 days. The results showed that the duration of contact did not affect to the diameter of the inhibitory zone. The largest inhibitory diameter is indicated by 15% was 12.33 mm. In addition, the ethanol extract of C. ambrosioides leaves has the potential as an antimicrobial against Escherichia coli.