Sugeng Harnanto
SDN Tambakroto Kecamatan Sayung Kabuapaten Demak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ALAT PERAGA KOTAK BELAJAR AJAIB (KOBELA) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN SEKOLAH DASAR Sugeng Harnanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.3.1.33-42

Abstract

KOBELA adalah akronim dari Kotak Belajar Ajaib, yaitu  alat peraga pelajaran yang berupa  kotak kecil  yang di gunakan untuk belajar (memperoleh ilmu) yang dianggap sebagai barang baru atau aneh yang di dalamnya ada alat yang di gerakan  oleh manusia. Latar belakang alat peraga  ini dibuat adalah fakta di lapangan bahwa, anak banyak yang stres mengingat fakta perkalian dan pembagian sehingga anak sudah sedih dulu sebelum belajar. Tujuan dibuatnya alat ini : (1) Meningkatkan daya konsentrasi/ perhatian siswa, (2) Meningkatkan kreaktifitas siswa, (3) Meningkatkan hasil belajar  siswa, dan (4) Menyenangkan siswa. Apa. Kobela ini terdiri dari kotak, alat, dan kartu soal. Kotak dan alat dirangkai menjadi satu bagian, sedang kartu soal sebagai meteri pengayaan atau perbaikan. Alat ini telah diuji cobakan dalam pembelajaran kelas rendah dan kegiatan pembelajaran yang ektrakurikuler. Keberhasilan siswa dalam pembelajaran sebelum penggunaaan alat rata-rata  54,56  (56.77%), tetapi setelah menggunakan alat tingkat keberhasilan mencapai rata-rata 90.52 (94.19 %). Tingkat ketuntasan belajar untuk Kompetensi Dasar :  3.1 Melakukan perkalian bilangan dua, hasilnya ada kenaikan yaitu 37,42. Dalam menggunakan Kobela ini anak didik karakter yaitu mandiri, tanggung jawab, demokratis, kreatif, aktif, cakap, jujur, berani, berilmu, dan senang. Saran yang dapat kami berikan adalah proses pembelajaran gunakan alat peraga baik itu alam sekitar atau buatan sendiri supaya anak dapat melihat, mencoba, menanya, mengomunikasikan, dan mengalami sendiri. Sebab pembelajaran akan bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya.