Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Mudzakkar dan Muannats pada Kitab Al-Mufashshal Karya Az-Zamakhsyari Yusuf Haikal
Shaut al Arabiyyah Vol 9 No 2 (2021): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v9i2.22378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan mengkaji mengenai konsep mudzakkar dan muannats yang digagas oleh Az-zamakhsyari dan diperjelas oleh Ibn Ya’isy dalam kitab al-Mufashshal dan syarach al-Mufashshal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka atau library research, dengan sumber data primer berupa buku al-mufashshal yang ditulis oleh Zamakhsyari dan juga buku syarach al-mufashshal oleh Ibn Ya’ῑsy. Adapun sumber data sekunder berupa jurnal, buku, artikel yang membahas mengenai konsep mudzakar dan muannats dalam bahasa Arab dan segala yang berkaitan dengannya. Dari hasil penelitian didapat hasil bahwa perbedaan antara mudzakkar dan muannats ada pada tanda-tanda tertentu yang melekat pada kata tersebut. Mudzakkar adalah kata yang tidak memiliki salah satu dari tiga tanda femina, yaitu charf ta’, alif, dan ya’, adapun muannats maka pengertiannya adalah kebalikan dari mudzakar, yakni kata yang memiliki salah satu dari tiga tanda femina. Dalam hal ini, mudzakkar tidak butuh tanda untuk menunjukkan kemaskulaannya sedangkan muannats butuh tanda untuk menunjukkan kefeminimannya. Berdasarkan keasliannya, muannats dibagi menjadi dua, yakni chaqīqī dan majāzī. Tanda ta’nits yang paling sering muncul adalah ta’, ta’ sendiri memiliki banyak sekali fungsi selain sebagai pembeda gender. Terakhir, alif yang berfungsi untuk menjadi tanda muannats  ada dua, yaitu alif maqshūrah dan alif mamdūdah. Adapun bentuk ism yang diakhiri dengan alif maqshūrah sebagai tanda ta’nits ada dua macam, yaitu, ism yang khusus sebagai muannats, dan ism yang musytarak (bisa muannats ataupun mudzakar).
Al-Khalīlayn dalam Romantisme Sastra Arab Yusuf Haikal
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol 4 No 1 (2021): March
Publisher : Arabic Literature Department STIBA DUBA PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-irfan.v4i1.4305

Abstract

This article aims to provide an overview of romanticism in Arabic literature, in particular through two important figures in this school. important in the foundation and development of romanticism in Arabic literature. The method used in this article is descriptive qualitative and literature study. This study also uses the technique of observing and taking notes in data collection. From the discussion it can be concluded that the flow of romanticism is one of the popular streams that first appeared in the 18th century in Europe and entered the Arab region at the beginning of the 20th century. The entry of romanticism into the Arab world was pioneered by Khalīl Muthran. Apart from Khalīl Muthran, there is another Arabic literary figure who popularized this romanticism, namely Khalīl Gibran. These two Khalīls were important figures in the emergence and development of romanticism in Arabic literature. This can be seen from the life history of both of them who both studied literature in western countries. In addition, the works produced by these two figures show a strong romantic style, which strengthens the character of the two in Arabic literary romanticism