Mukammiluddin Mukammiluddin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Sastra Arab pada Masa Bani Umayyah Mukammiluddin Mukammiluddin
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 11 No 2 (2011): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The progress of Arabic literature in Umayyah Dynasty period increased more than previous time. It is due to some poets had good creativity to make their poems which were inspired by political atmosphere. The rulers also had good appreciation to the poets who skillfully composed their poems. Some awards were given to those who were able to compose such creativity. Therefore, some composers were motivated to more creatively write some song or lyrics which highlighted the Kings.
SYI’IR PADA MASA ABBASIYAH Mukammiluddin Mukammiluddin
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2017): Rihlah
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v5i1.3186

Abstract

Sastra mengalami perkembangan dari masa ke masa. Sastra telah dikenal sejak masa lampau saat Islam belum datang, yakni di masa Jahiliyah. Sehingga sastra memiliki karakteristik tertentu sesuai tempat dan masanya. Secara universal perkembangan sastra dibagi menjadi lima, yakni sastra di masa Jahiliyah, masa shodrul Islam dan masa Umaiyah, masa Abbasiyah, masa akhir Abbasiyah dan masa Turki, dan di masa modern hingga saat ini. Sejarah keadaan kesusastraan Arab telah mengungkapkan bahwa kebiasaan bangsa Arab pada umumnya adalah senang menggubah syi’ir. Hal ini mereka anggap suatu kebiasaan yang bersifat tradisional karena dipengaruhi oleh lingkungan hidup dan kehidupan mereka serta bahasa mereka yang puistis dan lisan mereka yang pasih, merupakan fakor yang kuat untuk mendorong mereka dalam menggubah syi’ir. Syi’ir adalah suatu kalimat yang berirama dan bersajak yang mengungkapkan tentang khayalan yang indah dan juga melukiskan tentang kejadian yang ada.