This Author published in this journals
All Journal Jurnal Adabiyah
Abd. Muin
Alauddin State Islamic University of Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Code Switching as a Communication Strategy Abd. Muin
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 11 No 2 (2011): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba melihat bentuk-bentuk alih kode yang digunakan oleh mahasiswa program S.3 dari universitas Hasanuddin Makassar yang berjumlah 14 orang, berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda yang mengikuti program Sandwich di Universitas Griffith-Brisbane Australia selama tiga bulan. Temuan menunjukkan bahwa alih kode berfungsi sebagai strategi berkomunikasi, apabila pembicara tidak bisa mengungkap dalam bahasa Inggris, maka dia harus menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Jenis alih kode yang paling sering muncul adalah kosa kata atau prase dalam dalam kalimat itu sendiri.
Function of Code Switching and Code Mixing in The Classroom Abd. Muin
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 10 No 1 (2010): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba melihat proses pembelajaran bahasa lnggris di dalam ruangan kelas dengan menggunakan alih kode, (code switching) atau campur code (Code mixing). Kedua istilah ini merupakan gelajah bahasa yang terjadi dalam process berinteraksi dalam ruangan kelas. Code switching dan code mixing mempunyai peranan sangat strategis dalam berkomunikasi. Fungsi utamanya untuk memperjelas makna sebuah istilah,atau untuk mengulangi informasi yang kurang jelas atau agar supaya komunikasi tetap berlanjut. Ada dua alsan mendasar kenapa guru/dosen melakukan alih kode atau campur kode. Pertama, karena mereka tidak mampu mengekspresikan dalam bahasa target, akhirnya beralih kode. Kedua, karena mereka ingin menunjukkan variasi bahasa yang mereka miliki, dengan kata lain, karena mereka bilingualism atau multilingualism.