Jourdan Khalid Hussein
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Not Secular Enough? Variation in Electoral Success of Post-Islamist Parties in Turkey and Indonesia Jourdan Khalid Hussein
Studia Islamika Vol 18, No 3 (2011): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v18i3.375

Abstract

Artikel ini berusaha menjelaskan akar dari kesuksesan elektoral AKP dan PKS dan mengapa mereka berbeda-yang satu menjadi partai sangat besar di Turki dan yang satu hanya berhasil menjadi partai medium yang menjadi anggota koalisi dari partai berkuasa (Partai Demokrat). Artikel ini menganalisis kedua partai post-Islamist tersebut sebagai aktor politik rasional yang menggunakan beberapa macam strategi untuk mendapatkan kesuksesan elektoral mereka. Sejumlah pertanyaan yang hendak dijawab dalam artikel ini adalah: apa yang menjelaskan variasi kesuksesan elektoral di antara dua partai post-Islamist yang beroperasi di dua negara demokrasi dengan populasi Muslim terbanyak, mengapa partai AKP lebih sukses dari partai PKS, dan dalam kondisi apa dan sampai sejauh mana partai-partai post-Islamist bisa bertahan dan menjadi partai yang sukses dalam pemilu-pemilu di negara demokrasi Muslim.DOI: 10.15408/sdi.v18i3.375 
Not Secular Enough? Variation in Electoral Success of Post-Islamist Parties in Turkey and Indonesia Hussein, Jourdan Khalid
Studia Islamika Vol. 18 No. 3 (2011): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v18i3.375

Abstract

Artikel ini berusaha menjelaskan akar dari kesuksesan elektoral AKP dan PKS dan mengapa mereka berbeda-yang satu menjadi partai sangat besar di Turki dan yang satu hanya berhasil menjadi partai medium yang menjadi anggota koalisi dari partai berkuasa (Partai Demokrat). Artikel ini menganalisis kedua partai post-Islamist tersebut sebagai aktor politik rasional yang menggunakan beberapa macam strategi untuk mendapatkan kesuksesan elektoral mereka. Sejumlah pertanyaan yang hendak dijawab dalam artikel ini adalah: apa yang menjelaskan variasi kesuksesan elektoral di antara dua partai post-Islamist yang beroperasi di dua negara demokrasi dengan populasi Muslim terbanyak, mengapa partai AKP lebih sukses dari partai PKS, dan dalam kondisi apa dan sampai sejauh mana partai-partai post-Islamist bisa bertahan dan menjadi partai yang sukses dalam pemilu-pemilu di negara demokrasi Muslim.DOI: 10.15408/sdi.v18i3.375