Muhammad Fadil
Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Ventilasi Mekanik pada Gagal Jantung Akut Dian Puspita; Muhammad Fadil
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1172

Abstract

AbstrakGagal jantung akut merupakan terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang cepat atau perburukan dari tanda dan gejala gagal jantung. Kondisi ini mengancam kehidupan dan harus ditangani dengan segera. Dilaporkan kasus edema paru akut ec hipertensi emergensi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis sesak nafas yang dirasakan tiba-tiba, orthopnea, respiratory distress berat, takipnue, saturasi O2 perifer < 90%, ronkhi basah halus pada seluruh lapang paru. Penanganan yang diberikan adalah pemberian obat vasodilator untuk menurunkan afterload dan pemberian bantuan ventilator untuk mengatasi respiratory distress. Gagal jantung akut merupakan penyebab umum kegagalan pernapasan akut dan sering memerlukan bantuan ventilator. Ventilator noninvasif tekanan positif (CPAP, BiPAP) harus dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan pernapasan (frekuensi pernapasan > 25 napas / menit, SpO2 <90%) dan mulai sesegera mungkin diberikan untuk mengurangi gangguan pernapasan dan mengurangi kejadian intubasi endotrakeal. Jika terjadi kegagalan pernapasan, yang menyebabkan hipoksemia, hypercapnia dan dalam penggunaan ventilator non-invasif maka intubasi endotrakeal dianjurkan. 
Peranan Inotropik dan Vasopresor dalam Terapi Syok Kardiogenik Agung Rizka Pratama; Muhammad Fadil
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i6.1430

Abstract

Syok kardiogenik merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa dengan terjadinya hipoperfusi jaringan akibat berkurangnya curah jantung. Penyebab utama syok kardiogenik yaitu infark miokard akut dengan angka mortalitas mencapai 50%. Inotropik dan vasopresor telah menjadi landasan untuk stabilisasi gangguan hemodinamik dan curah jantung pada syok kardiogenik. Beberapa penelitian dan rekomendasi terbaru mengajukan dobutamin sebagai agen inotropik dan norepinefrin dibandingkan dopamin sebagai vasopressor lini pertama untuk tatalaksana syok kardiogenik.Cardiogenic shock is a life-threatening medical emergency because of tissue hypoperfusion due to reduced cardiac output. The main cause of cardiogenic shock is acute myocardial infarction with mortality rate reaching 50%. Inotropics and vasopressors have been the basis for stabilization of hemodynamic instability and cardiac output in cardiogenic shock. Recent studies and recommendations recommend that dobutamine and norepinephrine is preferred over dopamine as a first-line vasopressor for patients with cardiogenic shock.