Yesi Budiarti
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SMP MUHAMMADIYAH 1 METRO Yesi Budiarti
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 7, No 1 (2019): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/pro.v7i1.2042

Abstract

The background is the number of students who have not yet reached the KKM score or have not yet completed the learning results of the Integrated Ips Class VIIIB in the even semester of Muhammadiyah Middle School 1 Metro 2017/2018 Academic Year. In connection with these problems, the formulation of the problem is "is there any influence on the use of cooperative learning model group type learning on the integrated learning outcomes of Ips Class VIII Even Semester 1 Metro Middle School 2017/2018 academic year". The study aims to determine the effect of the use of cooperative learning model learning group group type on the Integrated Ips learning outcomes of grade VIII students in the even semester of Muhammadiyah 1 Metro Middle School 2017/2018 academic year. The subject of this study was the eighth grade students of Muhammadiyah Middle School 1 Metro 2017/2018 Academic Year. It is an experimental research with instruments in the form of multiple choice questions which amount to 20 and are calculated using the reliability test reliability test. Knowing whether there is influence of the use of cooperative learning model group type learning on Integrated Social Studies learning outcomes of class VIII students, namely by using a simple linear regression formula. The test calculation results show that it can be seen that t count> t table and table can be seen on the G table, at a significance level of 5%, which is 3.77> 1.71. And a significant level of 1% is 3.77> 2.48, which can be seen in the list of G statistics tables. Thus Ho is rejected and Ha is accepted. Thus it can be concluded that there is a positive effect on the use of cooperative learning model learning group group types on Integrated Social Studies learning outcomes in class VIII Muhammadiyah 1 Metro Middle School 2017-2018.  Keywords: Integrated IPS Learning Outcomes, Learning Model (Group Investigation).
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR EKONOMI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION KELAS X SMA NEGERI I SEKINCAU Euis Dwi Eka Kurnia; Yesi Budiarti
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 6, No 2 (2018): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/pro.v6i2.1699

Abstract

 The teacher learning process plays a role to determine an effective learning method and supports students to gain valuable experience. The method has a significant contribution in teaching and learning activities. Achieving the right learning goals can be achieved with the right method. The purpose of this study is 1) to find out whether there are differences in the average economic learning outcomes using a guided inquiry learning model and TAI type Cooperative Learning Model at the X grade of SMA Negeri 1 Sekincau 2017. 2) What is the average economic learning outcomes using the guided inquiry learning model is higher than the TAI type Cooperative Learning Model for X grade students of SMA Negeri 1 Sekincau 2017. This research is ex post facto experimental research which is the influence of guided inquiry learning model and TAI type Cooperative Learning Model at the X grade of SMA Negeri 1 Sekincau Year 2017. The population in this study is X grade students of SMA Negeri 1 Sekincau with totaling 32 students and those who were sampled in this study of X14 grade with totaling 30 students. Based on the results of the research data analysis at the level of 5% is 1.67 shows that thit > tdaf thus the conclusions obtained that H0 was and H1 was accepted, which means that the learning uses a guided inquiry model is greater than learning using the TAI type cooperative learning model. Based on the research conducted, it is known that the use of the guided inquiry model (69.40) further improves student learning outcomes when compared with the use of the TAI type cooperative learning model (61.15). Keywords: Comparison of real economic learning, Guided Inquiry Learning Model and Cooperative Learning Type Teams Assisted Individualization (TAI).
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN yesi budiarti
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 3, No 1 (2015): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ja.v3i1.143

Abstract

AbstrakImplementasi dilapangan bahwa pembelajaran IPS masih berada pada tataran teori saja. Guru hanya memfokuskan kepada pencapaian pemberian meteri berupa teori bahkan posisi pendidikan IPS hanyalah “sebagai pelajaran hapalan”. Proses pembelajaran  yang dilakukan di dalam kelas, menunjukkan bahwa betapa pembelajaran di sekolah masih belum dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara maksimal, khususnya kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapinya. diperlukan adanya kemampuan kreatifitas dari guru untuk menumbuhkan kemampuan kreatifitas siswa. Kreatifitas siswa akan muncul, apabila guru sebagai pilot di dalam kelas juga memiliki kemampuan kreatifitas yang memadai. Materi pelajaran yang sudah disusun dalam silabus, hendaknya dikembangkan dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan IPS yang sesungguhnya.Kemampuan kreatifitas di artikan sebagai penemuan atau penciptaan suatu ide yang baru atau ide yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam dunia pendidikan kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam memahami suatu pelajaran atau memaknai dari semua kegiatan yang akan dilakukan. Untuk itulah pengembangan kreativitas sebaiknya dilakukan sejak dari usia dini atau dari Sekolah Dasar. Kreativitas merupakan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA (Studi Eksperimen Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro) Yesi Budiarti
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 4, No 2 (2016): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ja.v4i2.638

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kreatif mahasiswa diduga karena proses pembelajaran cenderung lebih disibukkan dengan pemikiran bagaimana caranya agar seluruh materi dapat segera diberikan kepada mahasiswa. Cara ini cenderung tidak melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran sehingga tidak dapat membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri. Fokus utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh Pembelajaran metode Creative Problem Solving terhadap kemampuan berfikir kreatif mahasiswa? Populasi 60 penelitian ini orang mahasiswa yang berasal dari kelas A dan B semester 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Data utama diperoleh melalui pengisian kuisioner. Sedangkan data tambahan diperoleh melalui penilaian produk, dokumentasi, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Uji regresi untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pembelajaran  metode Creative Problem Solving terhadap kemampuan berfikir kreatif mahasiswa pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro. Hasil pengolahan data membuktikan bahwa H0 diterima dengan nilai Sig.(2-tailed)  sebesar 0.984, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretes kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0.49. Berdasarkan kriteria, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretes dengan posttes kelas eksperimen atau dengan kata lain H1 diterima.
PEMANFAATAN KAMPUNG ADAT KUTA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yesi Budiarti
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 3, No 2 (2015): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ja.v3i2.826

Abstract

Salah satu unsur yang diyakini memiliki pengaruh besar terhadap proses dan hasil belajar adalah media pembelajaran. Berbagai hasil kajian membuktikan bahwa media pembelajaran sesederhana apapun memiliki peran yang signifikan dalam kegiatan tersebut. Walau demikian, pengkajian dan penelitian guna mengetahui keefektifan dan kegunaan sumber belajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), harus terus dilakukan. Pembelajaran dengan menggunakan media pada objek yang berbeda memungkinkan melahirkan hasil yang berbeda tetapi bisa pula melahirkan hasil yang sepadan. Pemanfaatan kampung adat Kuta diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pembelajaran IPS yang dilaksanakan secara efektif dan efisien akan mampu menciptakan atmosfir kegiatan belajar mengajar selalu up to date dari masa ke masa. yang  mampu melahirkan sebuah solusi alternatif dalam usaha mewujudkan tujuan pendidikan nasional.