Karen Hardini
Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Sekolah Pascasarjana, Universitas Gajah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolong Jembatan Siluk Sebagai Ruang Pendidikan Seni dan Lingkungan Bagi Anak-Anak Karen Hardini
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i1.5260

Abstract

Sekolah Sungai Jembatan Edukasi Siluk (JES) merupakan komunitas non-profit yang berlokasi di kolong jembatan sungai siluk, imogiri, Bantul, Yogyakarta. JES mengadaptasi konsep sekolah alam yang berbasis alam semesta. Secara fisik, bentuk sekolah bukan gedung atau bangunan, melainkan kolong jembatan yang dikelilingi alam sebagai ruang kreatif berkesenian. Tulisan ini membahas tentang transformasi pada praktik pendidikan seni anak-anak JES dalam kerja kolaborasi, mengelaborasi praktik ekologis dan pendidikan kesenian. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dibantu dengan metode multi-site etnografi etnografi dan netnografi). Data kemudian dianalisis menggunakan teori transit-transisi Maruška Svašek untuk mengetahui bagaimana proses transit-transisi kehadiran JES dari kondisi lingkungan alam yang kumuh menjadi ruang kreatif untuk praktik pendidikan seni anak-anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan ruang kreatif JES tidak sekedar mentransformasi tapi juga mentransubstansi dari kolong jembatan yang dianggapan kumuh menjadi available. JES hadir dalam konsep sekolah alam menitikberatkan pada penanaman menghargai dan memandang alam sebagai sesuatu yang perlu dipelihara. Anak dikenalkan kepada lingkungan sekitar lewat eksplorasi langsung seperti penggunaan media seni alam dari pertanian, peternakan, dan barang bekas untuk berkesenian. Pameran seni lukis juga diadakan JES untuk menajamkan kepekaan rasa, kesadaran inklusif, kesadaran berpikir out of the box, kebebasan berekspresi dan apresiasi anak terhadap karya seni.