Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The effect planting hole size and manure on vegetative growth of golden teak (Tectona grandis L.) Didik Hariyono
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.322 KB) | DOI: 10.15243/jdmlm.2018.053.1293

Abstract

Cultivation of the golden teak (Tectona grandis L.) requires the planting hole size and appropriate use of manure. The size of planting hole provides plant growth, so that the plant can grow with optimum and appropriate use of manure to provide nutrients for the plants. . The aims of the study was to obtain an interaction between planting hole size and manure on vegetative growth phase of golden teak. Treatments tested in this study were with  4 treatment of planting hole size as the first factor and 3 levels of manure as the second factor.  The twelve treatments were arranged in a factorial randomized block desiagn with three replicates. Variable measured plant height,  number of leaves, and the flush changes to mature. The results showed that there were no interactions between  the planting hole size and goat manure on early vegetative growth of golden teak plants. The planting hole size treatment showed significant effects on some variables height of plant, number of leaves and flush change to mature leaves. Manure treatment showed no significant effect for all variables. The observation variables that showed no significant differences height of plant, number of leaves and flush change to mature leaves.
Pendampingan Pengelolaan Kebun Jatikerto Dalam Rangka Mempersiapkan Perubahan Musim Ninuk Herlina; Arifin Arifin; Didik Hariyono; Nur Edy Suminarti; Sisca Fajriani; Mushoffan Prasetianto
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.78 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.84

Abstract

Universitas Brawijaya memiliki dua Agrotecnopark (ATP), salah satunya adalah ATP Jatikerto. Kawasan ATP Jatikerto seluas sekitar 15 hektar tersebut difungsikan sebagai kebun percobaan dan pendidikan. Lokasi ATP yang berada di dataran rendah memungkinkan daerah tersebut terdampak oleh perubahan atau pergeseran musim akibat pemanasan global yang mempengaruhi produktivitas tanaman, sehingga hasil panen terkadang kurang memuaskan. Oleh sebab itu pengetahuan dan kegiatan antisipatif terhadap pergeseran musim perlu diketahui oleh pengelola kebun ATP Jatikerto. Tidak optimalnya tindakan antisipatif yang dilakukan menunjukkan kurangnya pemahaman tentang perubahan musim dan iklim. Untuk menanggapi kebutuhan pengelola kebun terhadap kurangnya informasi terkait perubahan iklim dan pergeseran musim, maka tim KJF Laboratorium Klimatologi FP UB melakukan pengabdian masyarakat di ATP Jatikerto. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kegiatan budidaya tanaman di kebun untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola kebun terkait tindakan untuk mengansipasi pergeseran musim. Dari penyuluhan dan pendampingan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengelolaan tanaman di kebun Jatikerto untuk mengantisipasi perubahan  musim sudah baik dan dilakukan secara intensif dengan penerapan aplikasi mulsa organik (jerami padi, batang jagung dan daun turi) serta pemberian pupuk organik (pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing).
Studi Pertumbuhan pada Tiga Jenis Tanaman Alpukat (Persea americana Mill) Berliana Widianti; Didik Hariyono; Sisca Fajriani
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.1.6

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman dari Amerika Tengah yang masuk ke Indonesia pada abad ke 18. Tanaman alpukat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia dan memiliki berbagai jenis alpukat yang berbeda-beda disetiap wilayah. Pertumbuhan tanaman dapat berjalan baik dikarenakan didukung oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari gen, hormon endogen dan umur tanaman. Faktor eksternal terdiri dari intensitas cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, dan ketersediaan nutrisi. Jenis tanaman alpukat yang berbeda akan mempengaruhi respon pertumbuhan yang berbeda terhadap iklim. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan beberapa jenis tanaman alpukat dalam hubungan dengan unsur iklim. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2020 di Kebun alpukat Dukuh Blawu, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer (waktu awal kuncup daun (flush) muncul, jumlah flush, diameter batang, jumlah cabang, dan jumlah daun) dan data sekunder (intensitas curah hujan, suhu udara, dan kelembaban udara). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif yang didasarkan dari data primer dan data sekunder yang selanjutnya dilakukan uji korelasi antara unsur iklim dengan parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman alpukat jenis Miki pada variabel jumlah cabang dan jumlah daun dipengaruhi oleh curah hujan dan kelembaban udara. Tanaman alpukat jenis Markus dan Aligator pada variabel jumlah kuncup daun (flush), jumlah cabang, dan diameter batang dipengaruhi oleh kelembaban udara.