Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Struktural Partial Least Square Karakteristik Masyarakat Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Mata Air (Studi Kasus Desa Gunungsari Kota Batu) Zahrin Hamidiana; Christia Meidiana; Suwasono Heddy
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.285 KB)

Abstract

Dewasa kini permasalahan yang sedang berkembang terkait dengan sumber daya air adalah kerusakan sumber-sumber air yang menyebabkan penurunan kuantitas, kualitas dan kontinuitas ketersediaan sumber daya air. Isu lingkungan yang paling banyak terjadi pada kawasan mata air adalah alih fungsi lahan dari hutan menjadi lahan budidaya tanaman sayur-sayuran yang dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar sebagai petani, hal tersebut merupakan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Kondisi demikian menunjukan bahwa karakteristik masyarakat daerah sekitar mata air memiliki kecenderungan memberikan pengaruh terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik masyarakat terhadap kuantitas dan kualitas mata air menggunakan analisis Partial Least Square dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak distraifikasi) dengan jumlah responden penelitian sebanyak 101 responden. Partial Least Square merupakan analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian hipotesis dengan model prediksi). Berdasarkan hasil analisa menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) didapatkan hasil bahwa ada pengaruh yang diberikan dari karakteristik masyarakat sekitar mata air dengan variabel terdiri dari a. Kependudukan/umur responden (X1); b. Jenis Kelamin (X2); c. Tingkat Pendidikan (X3); d. Jenis mata pencaharian (X4); e. Tingkat pendapatan (X5); f. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap sumber mata air (X6); g. Jumlah pemakaian air (X7); h. Penilaian masyarakat terhadap pelayanan pengelolaan air (X8); i. Jenis kegiatan penggunaan air (X9); dan j. Kearifan lokal (X10) terhadap kondisi kuantitas dan kualitas air (Y) yakni didapatkan persamaan berikut: Persamaan 1 : Y1 = 0.036 X2 + 0.215 X3 - 0.052 X4 + 0.199 X5 - 0.154 X6 + 0.074 X7 + 0.770 X8 - 0.022 X9; Persamaan 2 : Y2 = 0.068 X1 - 0.077 X2 + 0.326 X3 - 0.107 X4 + 0.110 X5 + 0.419 X6 - 0.068 X7-0.281 X8 + 0.318 X9. Tingkat kelola merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kualitas air dan debit air yang memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kuantitas air.Kata kunci: karakteristik masyarakat, kuantitas dan kualitas air, mata air
Pengaruh Karakteristik Masyarakat Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Mata Air (Studi Kasus Desa Gunungsari Kota Batu) Zahrin Hamidiana; Christia Meidiana; Suwasono Heddy
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.058 KB)

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain, sehingga keberlangsungan ketersediaan kuantitas air dan kualitas air dapat tetap terjaga di masa mendatang. Isu lingkungan yang paling menonjol pada kawasan mata air adalah alih guna lahan dari hutan menjadi lahan budidaya tanaman sayur-sayuran yang dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kelestarian dan keberlangsungan mata air. Hal tersebut menunjukan bahwa karakteristik masyarakat daerah mata air memiliki kecenderungan memberikan pengaruh terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak distraifikasi) dengan jumlah responden penelitian sebanyak 101 responden. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik masyarakat terhadap kuantitas dan kualitas mata air menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) dengan variabel karakteristik masyarakat terdiri a. Kependudukan/umur responden (X1); b. Jenis Kelamin (X2); c. Tingkat Pendidikan (X3); d. Jenis mata pencaharian (X4); e. Tingkat pendapatan (X5); f. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap sumber mata air (X6); g. Jumlah pemakaian air (X7); h. Penilaian masyarakat terhadap pelayanan pengelolaan air (X8); i. Jenis kegiatan penggunaan air (X9); dan j. Kearifan lokal (X10). Berdasarkan hasil analisa PLS didapatkan hasil bahwa ada pengaruh yang signifikan dari karakteristik masyarakat sekitar mata air terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air dengan variabel yang tidak berpengaruh hanya variabel usia terhadap kualitas air. Kata kunci : karakteristik masyarakat, kuantitas dan kualitas air, mata air