Latar Belakang: Penerapan SIG dalam monitoring kesehatan ibu dan anak memiliki berbagai manfaat, seperti identifikasi wilayah dengan risiko tinggi, penentuan titik layanan kesehatan yang strategis, hingga analisis tren kasus dari waktu ke waktu. Melalui pendekatan ini, Puskesmas dapat merancang program intervensi yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat sekitar. Tujuan: Dengan mengintegrasikan SIG ke dalam sistem monitoring kesehatan ibu dan anak, Puskesmas II Negara diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanannya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan, tetapi juga mendukung upaya preventif dan promotif yang lebih terarah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan secara sistematis penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kegiatan monitoring kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas II Negara. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran mendalam terkait kondisi eksisting, potensi, serta tantangan implementasi SIG di tingkat layanan kesehatan primer. Hasil: Pada sistem yang dikembangkan akan ada beberapa user yaitu : petugas / bidan desa, admin, dan kepala puskesmas. Sistem ini memungkinkan petugas memasukkan data dan koordinat geografis ibu dan anak beserta kondisi kesehatannya untuk dianalisis secara spasial. Admin akan memasukkan data user dan peta wilayah ke dalam sistem. Sedangkan pimpinan atau kepala puskesmas menerima laporan monitoring kesehatan ibu dan anak.. Kesimpulan: Hasil evaluasi pengguna menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem ini sudah bagus, namun dengan adanya sistem ini beberapa pengguna mengharapkan ada penambahan fitur dalam sistem ini.