Anita Susanti
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Awal Wilayah Pengaruh KA Komuter Dengan Menggunakan Angkutan Umum Pengumpan Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.146 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.03.2

Abstract

The public perception that the quality of public transport service is very bad cause the number of private vehicle users is very high compared with the number of users of public transport. Therefore, an initial identification of the Commuter Train influence area by feeder is required. The goal is to know how big the area of the Commuter Train influence area viewed from the use of public transport feeder on the way to and leave the station. The method used in this initial identification is the collection of primary data by conducting interview survey of SUSI Commuter Train and the SULAM Commuter Train. Survey is conducted from two different directions in the morning departure hours only. The result of initial identification is known that the city of Surabaya has the Commuter Train influence area of SUSI Commuter Train and the SULAM Commuter Train 2 different directions in the morning departure hour by using feeder to the origin station of 9000 meters (20%) and from the destination station of 6000 meter (63.64%).
IDENTIFIKASI AWAL WILAYAH PENGARUH KA KOMUTER DITINJAU DARI PENGGUNAAN MOBIL DI KOTA SURABAYA Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Bangunan Vol. 23 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v23i12018p11-20

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama transportasi yang terjadi hampir di seluruh kota-kota besar yang ada di negara Asia. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas berupaya menyediakan Kereta Api Komuter bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bolak-balik. Pada kenyatannya permasalahan kemacetan lalu lintas belum dapat teratasi disebabkan karena penggunaan kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan penggunaan angkutan umum sebesar 1:27. Kenyataan tersebut semakin diperburuk dengan keterbatasan bentangan layanan jalur rel Kereta Api (KA) di Kota Surabaya. Oleh karena itu wilayah pengaruh KA Komuter di Kota Surabaya penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah studi literatur dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh ditinjau dari KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo hanya diketahui pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 3400 meter (42.86%). Wilayah pengaruh KA Komuter SUSI arah SidoarjoSurabaya pada saat menuju stasiun asal saja sebesar 4600 meter (50%) dan meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter (100%). Wilayah pengaruh KA Komuter SULAM hanya diketahui dari arah Surabaya-Lamongan saja sebesar 4000 meter (100%) pada saat menuju stasiun asal dan 23000 meter (100%) pada saat meninggalkan stasiun tujuan. Wilayah pengaruh layanan KA Komuter SUSI dan SULAM dengan menggunakan mobil di Kota Surabaya pada saat menuju stasiun asal sebesar 4000 meter dan pada saat meninggalkan stasiun tujuan sebesar 4100 meter.
IDENTIFIKASI AWAL VOLUME NAIK TURUN PENUMPANG DI TIAP-TIAP STASIUN PEMBERHENTIAN KERETA API KOMUTER SURABAYA-LAMONGAN Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Bangunan Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v22i22017p1-10

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi volume naik dan turun penumpang KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) di tiap-tiap stasiun pemberhentian. Metode yang digunakan dalam identifikasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Survai dilakukan pada setiap jam keberangkatan dari dua arah yang berbeda. Hasil identifikasi pada jam keberangkatan sore hari arah Surabaya-Lamongan menunjukkan bahwa Stasiun Pasar Turi memiliki volume penumpang terbesar, yang naik KA sebesar 147 penumpang (65 percent), sedangkan volume penumpang turun dari KA terjadi di Stasiun Lamongan sebesar 203 penumpang (89 percent). Keberangkatan pagi hari dari arah Lamongan-Surabaya, Stasiun Lamongan memiliki potensi volume penumpang terbesar, yang naik sebesar 163 penumpang (72 percent), sedangkan volume penumpang terbesar turun dari KA yang terjadi di Stasiun Pasar Turi sebesar 164 penumpang (73 percent ). Perbandingan load factor KA Komuter diketahui bahwa terbesar dari arah Surabaya-Lamongan terjadi pada jam keberangkatan sore hari sebesar 54,05 percent, sedangkan load factor terbesar dari arah Lamongan-Surabaya terjadi pada jam keberangkatan pagi hari sebesar 53,33 percent.