Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pendapatan Petani Tebu (Studi Kasus Pada Kptr (Koperasi Petani Tebu Rakyat) “Tani Mulya” Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur) Mochamad Muslich Mustadjab; Fahriyah Fahriyah; Ifta Hana
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.103 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis rendemen tebu pada saat terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2009/2010) dan pada saat tidak terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2008/2009), untuk menganalisis produksi gula pada saat terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2009/2010) dan pada saat tidak terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2008/2009), untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani tebu, dan untuk menganalisis pendapatan petani tebu pada saat terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2009/2010) dan pada saat tidak terjadi perubahan iklim (musim tanam tahun 2008/2009). Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian satu, dua, dan empat adalah dengan menggunakan uji beda rata-rata. Sedangkan untuk menjawab tujuan penelitian empat adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan dummy variabel. Hasil dari tujuan pertama adalah terdapat perbedaan yang nyata antara rendemen tebu pada saat tidak terjadi perubahan iklim dan saat terjadi perubahan iklim . Hasil dari tujuan kedua menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara produksi gula pada saat tidak terjadi perubahan iklim dengan saat terjadi perubahan iklim . Hasil untuk tujuan ketiga adalah faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan adalah produksi tebu, harga gula, biaya usahatani, dan dummy (perubahan iklim). Sedangkan untuk hasil tujuan keempat adalah terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan petani tebu pada saat tidak terjadi perubahan iklim dengan saat terjadi perubahan iklim   Kata kunci: rendemen tebu, perubahan iklim
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI DESA WISATA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DAN ECOBRICK Rosihan Fadia Rayesa; Fahriyah Fahriyah; Neza F. Rayesa; Susanti Evie
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi wisata pada sebuah desa sangat berpotensi untuk dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat. Di lain sisi, adanya Lokasi wisata juga dapat meningkatkan timbulan sampah yang ada pada di sekitar lokasi, Berdasarkan hasil observasi, timbulan yang terjadi tidak hanya pada sampah plastic atau kemasan, tetapi juga sampah organic. Pelatihan pembuatan eco-enzyme dan eco-brick dilakukan pada ibu-ibu PKK dan pedagang di sekitar lokasi wisata dengan tujuan agar limbah organic yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga serta pengolahan makanan dapat dikurangi. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat untuk mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan, yaitu eco-enzyme sebagai cairan pembersih alami dan eco-brick sebagai bahan bangunan alternatif. Metode pelatihan mencakup penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan, dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan memberi keterampilan baru yang berdampak ekonomi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga dalam pengelolaan sampah, yang mendukung desa wisata menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
The Effect of Conservation Use on Technical Efficiency of Carrot Farming in East Java, Indonesia Muhammad Diffa Imanullah; Rosihan Asmara; Fahriyah Fahriyah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i2.2125

Abstract

East Java Province, one of the carrot centers, experiences fluctuations in carrot production, which is thought to be due to inefficient production factors and land degradation due to low conservation use. The study investigates the level of conservation activities adopted by carrot farmers in East Java Province, focusing on technical efficiency and the impact of socio-economic factors on this efficiency. This study was conducted purposively in Sumberbrantas Village, Batu City, and Wonokerso Village, Probolinggo Regency, using a simple random sampling method with data collection through interviews. The analysis method used was the Likert scale scoring method for the level of conservation adoption by farmers, stochastic frontier analysis using the Cobb-Douglas function with maximum likelihood estimate (MLE), and tobit regression analysis to determine the effect of conservation on technical efficiency. Results show that conservation adoption is mostly low, with factors like land, chemical fertilizers, organic fertilizers, pesticides, and labor positively affecting production. The average level of technical efficiency is 0.4970, with location and education having a significant positive effect. Conservation variables do not have a significant effect.