Otonomi Daerah memberikan kewenangan yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengatur dan mengelola urusan pemerintahan daerah serta menggali dan mengelola sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal. Artikel ini bertujuan untuk menyusun strategi peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Bandung dari sektor Pajak Hotel dan Pajak Restoran. Metode analisis artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode berdasarkan konsep Fred R. David, yaitu analisis Matriks Internal Factor Evaluation dan Matriks External Factor Evaluation (The Input Stage), analisis SWOT (The Matching Stage), dan pengambilan keputusan (The Decision Stage). Strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pendapatan dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran adalah dengan meningkatkan promosi pariwisata serta keberadaan hotel dan restoran Kota Bandung dengan kualitas promosi yang lebih efektif; memanfaatkan kebijakan otonomi daerah yang seluas-luasnya dengan menggunakan SDM yang memadai dan potensi wisata daerah Kota Bandung untuk menarik wisatawan domestik dan internasional; pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian pemungutan pajak hotel dan restoran; meningkatkan partisipasi wajib pajak dalam penyelenggaraan pemungutan pajak hotel dan restoran.Kata kunci: Strategi, Pendapatan Asli Daerah, Pajak Hotel dan Pajak Restoran Regional Autonomy have provides authorities to local governments to regulate and manage local government affairs as well as to identify local own revenue (PAD). This article aims to develop strategies for increasing the potential revenue (PAD) in Bandung from Hotel and Restaurant Tax sector. This article analyzes method using the method based on the concept of Fred R. David, where the Matriks Internal Factor Evaluation and Matriks External Factor Evaluation (The Input Stage), SWOT (The Matching Stage) analysis, and The Decision Stage conducted. The strategy is to enhance the promotion of tourism as well as the existence of Bandung City Hotel and Restaurant with a more effective quality promotion; leveraging Regional Autonomy Policy-width with adequate human resources and tourism potential of Bandung city to attract domestic and international tourists; utilization of information technology in the implementation, monitoring and control of Hotel and Restaurant tax collection; increase the taxpayer's participation in the administration of Hotel and Restaurant tax collection.Keywords: Strategy, Revenue, Tax Hotel and Restaurant Tax