Pertumbuhan yang pesat di kawasan-kawasan metropolitan yang ditunjukkan dengan peningkatan proporsi penduduk menimbulkan permasalahan transportasi. Keberadaan penyediaan transportasi baik dari segi prasarana maupun sarana jauh dari karakteristik ideal sebuah kawasan metropolitan. Artikel ini bertujuan untuk menilai indikator transportasi berkelanjutan pada kawasan metropolitan di Indonesia. Pembahasan dalam menilai indikator transportasi berkelanjutan pada kawasan metropolitan di Indonesia ini dilakukan dengan pendekatan pencapaian indikator-indikator transportasi berkelanjutan. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah survei data-data sekunder yang terkait dengan sektor transportasi, Sedangkan metode analisis artikel ini adalah analisis isi terhadap beberapa literatur dalam merumuskan indikator transportasi berkelanjutan dan juga analisis deskriptif untuk menggambarkan penilaian indikator-indikator transportasi berkelanjutan pada kawasan metropolitan di Indonesia. Penilaian keberlanjutan transportasi melalui pendekatan indikator-indikator transportasi keberlanjutan tersebut menunjukkan bahwa belum ada kawasan metropolitan di Indonesia yang mampu menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan. Kawasan metropolitan Medan, Jakarta, Semarang, dan Denpasar telah memenuhi 4 indikator dari 14 indikator yang dioperasionalisasikan. Sedangkan kawasan metropolitan lainnya hanya memenuhi 3 indikator saja.Kata Kunci: transportasi berkelanjutan, penilaian indikator transportasi berkelanjutan, kawasan metropolitan The rapid growth in metropolitan areas are indicated by increases of population proportion has caused transportation problems. The provision of transport in terms of infrastructure and facilities are far from the ideal characteristics of a metropolitan area. This article aims to assess sustainable transport indicators in the metropolitan area in Indonesia. A discussion of indicators in assessing sustainable transport in metropolitan areas in Indonesia is done with performance indicators approach to sustainable transport. The method of data collection was a secondary data survey related to the transport sector, while the method of analysis of this study is a contents analysis of the literature in the development of sustainable transport indicators and descriptive analysis to describe the assessment of sustainable transport indicators in the metropolitan area in Indonesia. Sustainability assessment approach to transport through transport sustainability indicators shows that there is no metropolitan area in Indonesia that is capable to creating sustainable transport system. Metropolitan areas of Medan, Jakarta, Semarang, and Denpasar have met the four indicators of the 14 indicators that operationalized. While other metropolitan areas only meet three indicators.Keywords: sustainable transport, sustainable transport indicators assessment, the metropolitan area