Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPONS TIDAK LINIER CAMPURAN AC-WC PG70 ELASTOMER DENGAN ANTI-STRIPPING AGENT TERHADAP PENUAAN DAN KELEMBAPAN irwan nasihin; Aine Kusumawati; Russ Bona Frazila
Jurnal Jalan Jembatan Vol 43 No 1 (2026): Jurnal Jalan Jembatan
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58499/jatan.v43i1.1464

Abstract

Moisture and aging can alter asphalt mixture performance through various mechanisms, including retention of tensile strength, permanent deformation, and mass loss. However, the effectiveness of the anti-stripping agent in Performance Grade 70 (PG70) elastomer-modified Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures can be difficult to interpret when assessed using a single performance parameter. This study presents a multi-parameter evaluation of the nonlinear response of PG70 elastomer-modified AC-WC mixtures with an anti-stripping agent under unaged, short-term aging, and long-term aging conditions. The optimum asphalt content was determined using Marshall and volumetric analysis, while the optimum anti-stripping agent (ASA) content was selected based on the Marshall Immersion test. Mixture-level performance was evaluated using Indirect Tensile Strength Ratio/Tensile Strength Ratio (ITS/TSR), the Hamburg Wheel Tracking Device (HWTD), and the Cantabro Loss Test, while Dynamic Shear Rheometer (DSR) testing was used as supporting binder-level analysis. The results show that 0.3% ASA produced the highest retained Marshall stability and was selected as the optimum content. At this dosage, the mixtures exhibited higher TSR, lower final rut depth, and lower Cantabro Loss than the control mixture across all aging conditions. Short-term aging improved rutting resistance but produced the lowest TSR and the highest Cantabro Loss. Long-term aging increased rutting susceptibility in the control mixture, whereas the mixture with the anti-stripping agent maintained a more stable response. DSR results indicate that binder-level rheological changes did not fully represent mixture-level performance. These findings suggest that the effectiveness of the anti-stripping agent in PG70 elastomer-modified AC-WC mixtures under aging and moisture exposure should be assessed through a multi-parameter evaluation framework.   Kata Kunci: AC-WC PG70 elastomer, anti-stripping agent, penuaan, kelembapan, evaluasi multi-parameter. Keywords: PG70 elastomer AC-WC, anti-stripping agent, aging, moisture, multi-parameter evaluation
Penurunan Beban Emisi Jaringan Jalan DKI Jakarta Dari Penerapan Jalan Tol Jorr Ulujami - Kebon Jeruk Yang Dapat Diakses Oleh Bus Lailatus Siami; Asep Sofyan; Russ Bona Frazila
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i1.696

Abstract

Salah satu kebijakan dari Pola Transportasi Makro (PTM) di Kota Jakarta adalah peningkatan kapasitas jaringan jalan, dimana pengembangan JORR W2 merupakan prioritas dalam kebijakan tersebut. JORR W2 utara merupakan bagian dari jaringan JORR yang menghubungkan Ulujami junction dan Kebon Jeruk Junction sepanjang 7,67 km. Tol ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja transportasi kendaraan dengan mengurangi kepadatan lalu – lintas pada ruas jalan tertentu. NOx di Asia sebagai salah satu prekusor ozon telah meningkat 2,5 kali lipat dari tahun 1980 hingga 2000. Hingga tahun 2012, beban emisi dari sektor transportasi di Indonesia sebesar 200 Gg/tahun. Pada studi ini, dilakukan inventarisasi emisi pada segmen jalan di sektor transportasi. Pendekatan model jaringan jalan dilakukan untuk merepresentasikan kondisi jalan yang kompleks di Jakarta. Dengan 42 zona, dibuat Matriks Asal – Tujuan (MAT) Tahun 2012. Hasilnya merupakan estimasi jumlah kendaraan yang melintas pada tiap ruas jalan. Beban emisi dihitung dengan inventari emisi secara bottom – up. Beban emisi tiap jalan dan tiap polutan bervariasi dikarenakan variasi jumlah dan jenis kendaraan pada jalan. Pada tahun 2012, polutan CO memberikan kontribusi tertinggi sebesar 229.953 Gg/tahun. Jika diterapkan JORR Ulujami – Kebun Jeruk yang dapat diakses oleh bus, maka penurunan emisi sebesar 2,3%. Kata kunci: JORR W2, model jaringan jalan, inventarisasi emisi, beban emisi.